Logo Header Antaranews Sumbar

Al-Houthi Berikrar Hadapi Serangan Udara Pimpinan Arab Saudi

Senin, 20 April 2015 12:20 WIB
Image Print

Sana'a, (Antara/Xinhua-OANA) - Kelompok Syiah Yaman, Al-Houthi, pada Ahad (19/4) mengecam operasi militer pimpinan Arab Saudi dan berikrar akan melakukan tindakan yang lebih keras guna menghadapi pasukan koalisi dan petempur suku Sunni.

Pemimpin kelompok tersebut Abdul Malik Al-Houthi mengecam Arab Saudi karena mencampuri urusan dalam negeri Yaman, dan mengatakan, "Kami dapat memutuskan politik kami, membentuk pemerintah kami."
Itu adalah pidato pertama yang ditayangkan televisi sejak 26 Maret, ketika Arab Saudi memulai serangan udara di Yaman yang telah menghancurkan banyak kamp militer yang dikuasai oleh petempur Al-Houthi.

Ia tidak mengungkapkan di mana ia berbicara. Namun beberapa sumber militer mengatakan pemimpin Al-Houthi tersebut bersembunyi di wilayah pegunungan di Provinsi Saada di Yaman Utara, yang berbatasan dengan tetangganya yang kaya akan minyak.

"Kami menguasai lembaga pemerintah untuk melindunginya dari Al-Qaida ... mereka meminta kami mundur dari kementerian dan dari provinsi di selatan untuk mengizinkan Al-Qaida menguasainya ... dan itu takkan terjadi," kata Abdul Malik Al-Houthi, sebagaimana dikutip Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Senin siang.

Presiden Yaman Abd-Rabbu Mansour Hadi, yang kini hidup di pengasingan, pekan lalu di Ibu Kota Arab Saudi, Riyadh, mengangkat Perdana Menteri Khaled Bahah sebagai Wakil Presiden pekan lalu. Bahah mengatakan perundingan yang melibatkan semua partai politik di Yaman takkan diadakan sampai Hadi kembali ke Aden dan senjata anggota Al-Houthi dilucuti.

Pada hari yang sama, pertempuran mematikan antara anggota milisi suku pro-Hadi dan petempur Al-Houthi meletus pada pagi hari di Kota Pelabuhan Aden di Yaman Selatan, sehingga menewaskan tak kurang dari 12 orang dan melukai puluhan orang lagi, kata beberapa sumber medis kepada Xinhua.

Seorang komandan senior milisi suku pro-Hadi mengatakan petempur mereka melancarkan serangan terkoordinasi terhadap anggota Al-Houthi yang bersenjata.

Sumber tersebut juga menyatakan petempur suku mereka yang didukung oleh serangan udara dari pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi telah merebut sejumlah derah di Aden setelah memaksa petempur Al-Houthi mundur atau menyerah kepada pemerintah lokal.

Namun, beberapa sumber yang dekat dengan Al-Houthi mengatakan petempur mereka belum mundur tapi malah menggagalkan serangan oleh pengikut Hadi terhadap beberapa lembaga negara dan melindungi bangunan beberapa misi diplomatik asing di Kabupaten KhorMaksar dari penjarahan.

Seorang pejabat Kementerian Kesehatan di Aden mengatakan, "Lebih dari 290 orang tewas dan sebanyak 2.800 orang lagi cedera, kebanyakan warga sipil, sejak awal pertempuran di kota tersebut."
Menurut statistik yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan dan Kementerian Dalam Negeri, lebih dari 600 orang tewas dan 3.000 orang lagi cedera dalam pertempuran dan serangan udara di negeri itu sejak pertengahan Maret. (*/sun)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026