Logo Header Antaranews Sumbar

Newcastle dan Liverpool Rawan di Piala FA

Kamis, 3 Januari 2013 19:12 WIB
Image Print

London, (ANTARA/Reuters) - Pelatih berkebangsaan Uruguay yang pernah memenangkan Piala FA kala bermain bersama Chelsea, Gustavo Poyet mengatakan trofi tersebut sebagai pencapaian "terbesar" di dunia dan akhir pekan ini tim asuhannya Brighton and Hove Albion menjadi salah satu tim kecil dengan harapan dapat mempermalukan raksasa dari Liga Utama Inggris. Tim asuhannya yang saat ini berlaga di kompetisi Divisi Championship (divisi dua) Liga Inggris akan menjalani pertandingan di babak kompetisi sistem gugur tertua di dunia tersebut melawan tim Liga Utama Inggris, Newcastle United pada Sabtu (5/1) 12:30 waktu setempat. Pertandingan tersebut menjadi laga ulang setelah tahun lalu mereka juga bertemu di babak keempat dengan Brighton keluar sebagai pemenang. Sementara itu klub liga minor Mansfield Toen akan mendapatkan sorotan pada Minggu (6/1) 16:00 waktu setempat saat mereka menjamu tim pemegang rekor tujuh kali juara, Liverpool, yang juga sedang menghadapi permasalahan inkonsistensi penampilan. Kemudian, ada juga undian yang mempertemukan dua tim Liga Utama. Pada Sabtu (5/1) juara bertahan Chelsea melawat ke Southampton (16:00) serta pemuncak klasemen sementara Liga Inggris Manchester United melakoni perjalanan ke kandang West Ham United (17:15). Sementara pada Minggu (6/1), Swansea City akan menjamu Arsenal (13:30). Poyet mengaku tidak sabar untuk berlaga kembali di kompetisi Piala FA, yang pertama kali digelar pada tahun 1871-1872 dan menyambut kedatangan 20 tim Liga Utama di babak ketiga. "Saat kau menjadi seorang asing yang menyaksikan sepak bola Inggris, melihat bagaimana karpet merah disiapkan sementara para pelatih memegang karangan bunga, siapapun pemain sepak bola profesional yang bermain di sini akan berpikir akankah mereka cukup beruntung untuk sekali saja merasakan bermain di partai final Piala FA," kata Poyet sebagaimana dilansir di situs resmi FA (www.thefa.com). "Aku mengatakan ini sebagai pemain Uruguay yang di negaranya tidak ada kompetisi Piala semacam ini dan meskipun sempat merasakan atmosfer Piala Raja di Spanyol, Piala FA tetap kompetisi terhebat di dunia," tambah dia. Poyet ketika masih merumput di Chelsea mengangkat Piala FA tahun 2000 dan mereka memenanginya empat kali sejak itu, termasuk yang terakhir tahun lalu menggenapi torehan tujuh kali. Meskipun demikian, Poyet menyadari tim asuhannya memiliki kesempatan yang cukup kecil untuk melaju, namun dengan mengalahkan tim dari Liga Utama dapat menjadi dorongan untuk target promosi mereka tahun ini. "Pertandingan akan berjalan alot dan saya yakin para pemain Newcastle akan datang kesini dengan semangat menunjukkan diri mereka lebih baik dari kami, kenyataannya demikian," kata Poyet. Sementara itu pelatih Manchester United, Alex Ferguson, yang mendapati gelar juara pertamanya dalam 26 tahun berkarir di Old Trafford berupa trofi Piala FA tahun 1990, akan melakukan beberapa perubahan saat menghadapi West Ham. Hal itu dilakukan mengingat kurangnya kedalaman skuad yang mereka miliki serta berkurangnya daya pikat Piala FA bagi tim-tim Liga Utama dalam beberapa tahun terakhir. "Kami memiliki beberapa pemain yang segar. Shinji Kagawa hanya masuk sebagai pemain pengganti saat melawan Wigan dan Tom Cleverley fit karena kurangnya menit bermain, ia terlihat tertarik," kata Ferguson sebagaimana dilansir dari situs resmi klub (www.manutd.com).Kekhawatiran Kondisi Lapangan Manchester United selaku pemegang rekor juara terbanyak Piala FA dengan 11 trofi, meskipun telah puasa sejak tahun 2004, tampil gemilang dengan menyarangkan 10 gol untuk mencatatkan kemenangan di tiga pertandingan terakhir. "Siapapun hanya bisa menerka-nerka bagaimana cara menghentikan mereka. Kami mungkin harus membangun tembok di hadapan gawang kami, saya tidak tahu," kata gelandang West Ham, Mark Noble. Selain itu pada hari Sabtu (5/1), juara bertahan Liga Utama Inggris Manchester City, yang menyudahi puasa gelar selama 35 tahun dengan raihan trofi Piala FA 2011 itu akan menjamu klub kasta kedua Watford (15:00) yang saat ini diarsiteki Gianfranco Zola. Sementara itu penghuni papan bawah klasemen Liga Inggris, Queens Park Rangers tidak akan memiliki waktu istirahat dengan kedatangan tim yang penampilannya saat ini melebihi perkiraan banyak orang, West Bromwich Albion (15:00). Ketakutan akan kondisi lapangan milik klub kasta kelima Mansfield akan melanda baik pikiran kubu mereka sendiri maupun pikiran lawan, Liverpool, menjelang pertarungan yang berlangsung Minggu (6/1) nanti, mengingat buruknya cuaca di Inggris dalam beberapa pekan terakhir. "Airnya menggenang. Apabila kau melempar bola ke tanah, ia tidak akan memantul," kata pelatih Paul Cox kepada harian lokal Mansfield Chad (www.chad.co.uk). "Yang bisa kita lakukan sekarang hanya berdoa untuk hari Minggu nanti. Kami ingin sekali menyediakan yang terbaik untuk ditampilkan di hadapan pemirsa televisi di seluruh dunia," Sementara tiga klub liga minor lain yang masih bertahan di kompetisi akan menelan ludah atas prospek sorotan setelah hasil undian pertandingan penuh intrik keluar. Pada Sabtu (5/1), Macclesfield Town akan menjamu klub pemuncak klasemen sementara Divisi Championship Cardiff City (15:00), sementara Luton Town akan menjadi tuan rumah atas pertandingan melawan klub dengan torehan empat kali juara Piala FA, Wolverhampton Wanderers (15:00). Selain itu Hastings United, yang menempati peringkat 17 di Liga Utama Ryman (kasta ketujuh), pada Sabtu (5/1) akan melawat ke kandang klub divisi Championships, Middlesbourgh (15:00) dengan harapan selisih 131 tingkat di antara keduanya tidak akan terlalu mencolok. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026