
Peserta UN Susulan Padang Panjang Tidak Ada

Padang Panjang, (Antara) - Peserta Ujian Nasional (UN) sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA) di Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, tidak ada yang mengikuti ujian susulan. "Tidak ada siswa kami yang mengikuti UN susulan tingkat SLTA/sederat, karena semua peserta yang terdata di Dinas Pendidikan mengikuti UN sejak hari pertama penyelenggaraan sampai selesai," kata Kepala Bidang SLTP/SLTA Dinas Pendidikan Kota Padang Panjang, Herman di Padang Panjang, Kamis. Dia mengatakan, UN susulan diberlakukan bagi siswa apabila peserta tidak mengikuti pelaksanaan UN pada waktu yang sudah ditetapkan dengan alasan yang masuk akal. "Namun kondisi itu tidak ada di Padang Panjang, karena tingkat kehadiran peserta mencapai 100 persen dari awal sampai selesai pelaksanaan UN," katanya. Terkait adanya siswa yang tidak hadir sebanyak enam orang pada hari pertama sampai terakhir pelaksanaan UN, Herman mengatakan siswa tersebut sudah keluar dari sekolah sesudah data peserta UN di validasi sekitar Januari 2015. "Jadi siswa yang sudah keluar dari sekolah itu, masih tetap terdaftar sebagai peserta UN," ujarnya. Biasanya, kata dia, peserta UN tidak hadir dan diperbolehkan mengikuti UN susulan dengan alasan tertentu seperti sakit dan alasan lain yang bisa ditolerir. "Jika siswa sakit dan tidak bisa datang ke sekolah penyelenggara UN yang dilengkapi dengan surat keterangan sah, panitia memberlakukan UN susulan bagi peserta tersebut," katanya. Untuk lokasi penyelenggaraan UN susulan, kata dia, tergantung dari keputusan panitia UN. "Biasanya lokasi ujian susulan bisa di sekolah dan Dinas Pendidikan," sebutnya. Untuk UN utama tingkat SLTA/sederajat digelar pada 13-16 April 2015 dan UN susulan dijadwalkan pada 20-24 April 2015," ujarnya. Selama pelaksanaan UN tingkat SLTA di Kota Padang Panjang berjalan lancar aman dan tertib, meski ada beberapa lembaran soal yang bermasalah. Anggota DPRD Kota Padang Panjang Novi Hendri menyambut baik tidak adanya peserta UN susulan tingkat SLTA di daerah itu. "Alhamdulillah siswa SLTA di Padang Panjang bisa mengikuti UN dari hari pertama hingga akhir dengan lancar, meski ada satu orang yang melakukan ujian di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)," katanya. UN SLTA tahun ini diikuti sebanyak 2.238 namun yang hadir hanya 2.232 orang siswa karena enam orang yang absen sudah keluar dari sekolah yang tersebar di sejumlah sekolah swasta dan negeri. Untuk pengawasan selama UN berlangsung Dinas Pendidikan Padang Panjang memakai sistem rotasi dari setiap sekolah. Dengan demikian selama berlangsungnya UN murid dari masing-masing sekolah tidak dikawal oleh guru yang ada disekolah bersangkutan. (**/ben)
Pewarta: Inter
Editor: Nanien Yuniar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
