
Bagan Tangkap Hambat Populasi Ikan Danau Singkarak

Arosuka, (Antara) - Penangkapan ikan menggunakan bagan dan jaring benam di Danau Singkarak, Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar) ditengarai menghambat populasi beragam jenis ikan di kawasan perairan danau tersebut. Pasalnya peralatan tangkap tersebut menjaring semua jenis ikan besar dan kecil, kata Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Solok, Fahkri didampingi Sekretarisnya Joko Purnomo di Arosuka, Rabu. Ia mengatakan, populasi ikan di danau tersebut kurang berkembang, bahkan beberapa jenis ikan sudah sulit ditemui. Jenis ikan Danau Singkarak adalah ikan Sasau, Kapiyek, Turiak dan yang paling terkenal ikan Bilih, jenis ikan ini hanya ada di Danau Singkarak. Untuk mencegah semakin habisnya populasi ikan di danau tersebut, pihaknya segera berkoordinasi dengan tiga Pemerintahan Nagari (desa adat) sekitar danau. Pemerintah Kabupaten Solok akan mendorong pemerintahan nagari untuk membuat peraturan nagari (Perna), yang mengatur tata cara penangkapan ikan di danau tersebut. Sementara itu, Pemkab Solok melalui Dinas Peternakan dan Perikanan akan terus berupaya mengembangbiakkan berbagai jenis ikan dengan membuat daerah kawasan ikan larangan di perairan Danau Singkarak. "Sekarang sudah ada beberapa kawasan larangan yakni di Nagari Tikalak, Kacang dan dua nagari bertetangga Paninggahan dan Muaro Pingai," katanya. Pada kawasan ikan larangan itu dipasang garis pembatas berupa jaring pengaman di areal seluas 300 M2 X 300 M2, di tiga titik lokasi di nagari tersebut. Ikan-ikan yang berada dalam kawasan jaring pembatas tidak boleh ditangkap atau dipancing oleh masyarakat, karena ini dalam rangka pelestarian ikan. Sementara yang boleh ditangkap masyarakat adalah ikan-ikan yang berada di luar jaring pembatas. (**/cpw1/sun)
Pewarta: Inter
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
