
Kemlu: Menlu Selalu Terbuka kepada Media Massa

Jakarta, (Antara) - Kementerian Luar Negeri menyatakan bahwa Menteri Luar Negeri Retno L.P. Marsudi selalu bersikap terbuka kepada media massa yang ingin melakukan wawancara, demikian disampaikan dalam keterangan pers dari Kemlu yang diterima di Jakarta, Rabu. "Menlu RI dan Kemlu RI selalu terbuka kepada media massa," kata pihak Biro Administrasi Menteri (BAM) Kemlu. Pernyataan tersebut disampaikan untuk menanggapi kejadian terkait kegiatan Menlu di Universitas Gajah Mada (UGM), di mana sejumlah wartawan media massa tidak dapat mewawancarai Menlu Retno karena sempat terhalang oleh pihak panitia acara di UGM. Sebelumnya, Menlu Retno L.P. Marsudi pada Rabu pagi (8/4) pukul 08.00 WIB menghadiri dan membuka pertemuan internasional yang diselenggarakan oleh UGM di Yogyakarta, dengan tema "Bandung Conference and Beyond: Rethinking International Order, Identity, Security and Justice in a Post Western World". Namun, pada acara tersebut sejumlah wartawan melakukan protes karena tidak dapat mewawancarai Menlu Retno. Protes itu bermula saat wartawan yang sudah menunggu sejak pukul 08.00 WIB untuk mewawancarai Menteri Luar Negeri Retno Marsudi merasa dihalang-halangi. Bahkan, panitia dari pihak mahasiswa universitas itu menutup pintu sehingga wartawan tidak bisa keluar, demikian diberitakan oleh beberapa media lokal. Sejumlah wartawan sempat berusaha membuka pintu untuk bisa keluar, tetapi pintu baru dibuka setelah Menlu Retno meninggalkan UGM dengan mobil. Akibatnya, para wartawan pun memprotes sikap panitia yang dinilai menghalangi tugas wartawan ketika akan mewawancarai Menlu. Protes itu langsung disampaikan kepada Rektor UGM Dwikorita Karnawati. Menanggapi kejadian itu, pihak BAM Kemlu menyampaikan bahwa Menlu Retno maupun tim yang mendampingi tidak menerima informasi apapun terkait keinginan media untuk bertemu Menlu selepas acara pembukaan. Selain itu, tim pendamping Menlu RI juga sama sekali tidak mengetahui adanya kejadian sebagaimana diberitakan media massa dan menyayangkan adanya kejadian tersebut. Menurut pihak Kemlu, setelah penyampaian ceramah utama oleh Profesor Amitav Acharya, Retno langsung menuju Bandara Yogyakarta untuk kembali ke Jakarta karena akan memimpin rapat persiapan Konferensi Asia Afrika (KAA) di Kementerian Luar Negeri. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
