Logo Header Antaranews Sumbar

Kehadiran PM Abe di KAA Belum Dikonfirmasi

Rabu, 8 April 2015 14:53 WIB
Image Print

Jakarta, (Antara) - Wakil Duta Besar Jepang untuk Indonesia Yusuke Shindo mengatakan kehadiran Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe pada Peringatan 60 Tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) masih belum bisa dikonfirmasi karena masih menunggu prosedur domestik parlemen (Diet). "Kami belum tahu kapan konfirmasi kehadiran itu diperoleh mengingat Januari hingga Juni merupakan masa persidangan reguler Diet (parlemen, red)," katanya menjawab pertanyaan Antara di Jakarta, Rabu. Menurut Yusuke Shindo yang turut didampingi diplomat senior Kedubes Jepang di Jakarta, Aoki Yutaka, belum adanya konfirmasi mengenai kehadiran PM Abe tersebut terkait dengan soal prosedur domestik Diet karena Januari-Juni merupakan masa persidangan. Aoki Yutaka menimpali bahwa surat undangan resmi kepada PM Abe untuk menghadiri Peringatan 60 Tahun KAA yang direncanakan berlangsung di Jakarta dan Bandung pada 18-24 April 2015 itu telah pun disampaikan Menteri Perdagangan Rachmat Gobel Januari lalu. Dalam sejarah KAA, Jepang merupakan salah satu dari 24 negara Asia dan Afrika yang diundang pemerintahan Presiden Soekarno pada konferensi yang berlangsung di Gedung Merdeka, Bandung, pada 1955. Sehubungan dengan pelaksanaan Peringatan 60 Tahun KAA, Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi, dalam satu kesempatan, mengatakan bahwa konferensi itu akan menghasilkan tiga dokumen, termasuk dokumen dukungan pada Palestina. Dua dokumen lain berisi Pesan Bandung dan penguatan atas Kemitraan Strategis Baru Asia Afrika, katanya. Para wakil negara-negara peserta KAA telah pun mulai membahas sejumlah hal yang terkait dengan substansi peringatan 60 tahun KAA dan 10 tahun Kemitraan Strategis Baru Asia Afrika itu di New York, Amerika Serikat. Menurut Menlu, peringatan 60 tahun KAA itu tidak hanya diisi dengan serangkaian pertemuan tingkat pejabat tinggi, menteri, dan kepala negara/pemerintahan tetapi juga KTT Bisnis Asia-Afrika. "Kita ingin memperkokoh Kerja Sama Selatan-Selatan untuk dapat berkontribusi pada perdamaian dan kesejahteraan dunia," kata menteri luar negeri perempuan pertama dalam sejarah Indonesia itu. Peringatan 60 tahun KAA yang berlangsung dari 19 hingga 24 April itu antara lain diisi dengan pertemuan tingkat pejabat tinggi (19/4), pertemuan tingkat menteri (20/4), dan pertemuan tingkat pemimpin (22-23/4) di Jakarta. Pada 24 April, seluruh kepala negara/pemerintahan dan delegasi dari 106 negara Asia-Afrika kemudian menghadiri acara peringatan KAA yang direncanakan turut dihadiri para utusan dari 16 negara peninjau dan 25 organisasi internasional itu. Di samping rangkaian kegiatan yang melibatkan para pejabat dan pemimpin negara, peringatan 60 tahun KAA ini juga diisi dengan KTT Bisnis Asia-Afrika di Jakarta pada 21-22 April. Konferensi Asia-Afrika yang berhasil diselenggarakan Indonesia ketika kemerdekaannya baru berusia 10 tahun itu tidak dapat dilepaskan dari jasa Presiden Soekarno. Konferensi yang berlangsung di Gedung Merdeka, Bandung, pada 18-24 April 1955 itu melahirkan Dasa Sila Bandung yang menjadi pedoman bagi bangsa-bangsa terjajah untuk memperjuangkan kemerdekaannya. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026