Logo Header Antaranews Sumbar

WHO Kembali Sampaikan Dukungan untuk Perangi Ebola

Senin, 30 Maret 2015 12:46 WIB
Image Print

Addis Ababa, (Antara/Xinhua-OANA) - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kembali telah menyampaikan perlunya upaya internasional untuk melanjutkan dukungan buat sebagian besar negara yang terpengaruh oleh Ebola sampai wabah tersebut dikalahkan. Dukungan, kata WHO, juga perlu diberikan bagi upaya negara itu menuju pemulihan dan pembangunan keuletan masa depan. Wabah Penyakit Virus Ebola (EVD) 2014 di Afrika Barat adalah yang paling lama, paling besar, paling mematikan dan paling rumit dalam sejarah, kata laporan terkini dari Kelompok Pembangunan PBB (UNDG) mengenai dampak sosial-ekonomi yang ditimbulkan oleh Ebola di sub-wilayah Afrika. Hingga 11 Februari 2015, ada sebanyak 22.859 kasus Ebola dan sebanyak 9.162 kematian, kata laporan itu. Konferensi Menteri Perencanaan, Ekonomi dan Keuangan Afrika, yang diselenggarakan secara bersama oleh Uni Afrika (AU) dan Komisi Ekonomi bagi Afrika (ECA), diselenggarakan pada 25-31 Maret di Ibu Kota Ethiopia, Addis Ababa. Di sisi Konferensi Menteri AU-ECA, satu sidang diselenggarakan pada Ahad dengan tema "Ebola: Ke Arah Pemulihan negara yang paling terdampak". Direktur WHO untuk Afrika Matshidiso Rebcca, yang memimpin pertemuan tersebut, mengatakan kepada Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Senin siang-- wabah tersebut memiliki dampak negatif banyak dimensi yang sangat besar di negara yang paling terdampak itu. Saat semua negara bertekad untuk menghasilkan nol Wabah Ebola, pejabat tersebut menekankan perlunya memiliki dukungan yang berlanjut dri masyarakat internasional sampai wabah tersebut dikalahkan. Wanita pejabat itu juga mengatakan semua negara tersebut mesti didukung dalam upaya mereka ke arah pemulihan dan pembangunan masa depan yang ulet. "Pertama-tama, semua negara itu bertekad untuk mencapai titik nol. Kita harus menghentikan wabah tersebut dan kami ingin dukungan berlanjut sampai kita sampai ke sana," katanya. "Kedua, ada keperluan untuk segera memulihkan layanan kesehatan, memulai kembali pendidikan dan memastikan semua usaha kecil bisa pulih," katanya. "Dan ketiga, negara ini bertekad untuk membangun, membangun kembali masa depan yang lebih baik; ekonomi yang ulet; mereka ingin membuat bidang ekonomi yang berbeda tapi juga jalur dalam memperkuat sistem kesehatan sehingga nantinya, jika ada ancaman wabah seperti ini, mereka lebih kuat," kata Moeti. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026