Logo Header Antaranews Sumbar

Stok BBM Diperkuat di Objek Wisata Sumut

Senin, 31 Desember 2012 16:29 WIB
Image Print
Ilustrasi. (ANTARA)

Medan, (ANTARA) - Pertamina sudah menyiapkan kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) di jalur wisata Sumatera Utara seperti di Berastagi, Parapat dan menuju Bukittinggi, Sumatera Barat. "Kesiapan sudah dilakukan sebelum libur Natal dan untuk Tahun Baru juga semakin dipersiapkan. Penyaluran sudah ditambah sebesar 15 persen dari rata-rata kebutuhan normal," kata Assistant Customer Relation Fuel Retail Marketing Region I Pertamina Sonny Mirath di Medan, Senin. Mudah-mudahan tidak akan ada masalah dalam pemenuhan kebutuhan BBM untuk kebutuhan libur Tahun Baru seperti halnya saat Natal, ujarnya. Penyaluran yang ditambah 15 persen perkirakan cukup aman karena permintaan diduga hanya naik 8-10 persen dari kebutuhan normal. Penambahan penyaluran BBM dikhususkan di daerah jalan lintas dan daerah tujuan wisata seperti Berastagi dan Parapat serta menuju Bukittinggi itu sudah dilakukan sejak H-7 dan akan berlangsung hingga H+7 Tahun Baru 2013. Pertamina sudah meminta semua SPBU mempersiapkan stok yang memadai dan Pertamina juga siap untuk menambah BBM di SPBU kalau terjadi kekurangan di luar prakiraan. Beberapa SPBU di jalan lintas objek wisata bahkan sudah disiapkan untuk buka 24 jam. "Pertamina sendiri tetap membuka depot atau terminal BBM di hari libur dan membentuk satuan petugas jaga agar bisa segera mengatasi masalah BBM di SPBU," katanya. Dia menyebutkan, kenaikan permintaan paling banyak diduga pada jenis premium dan avtur, karena pada libur Natal dan Tahun Baru industri libur. "Meski permintaan terbanyak pada jenis premium, Pertamina juga tetap menambah penyaluran untuk solar yang biasanya banyak digunakan untuk angkutan," katanya. Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia Sumut Abubakar Siddik menyebutkan, Pertamina memang harus menjaga agar jangan terjadi kekurangan BBM pada libur Tahun Baru. Penyedian BBM harus diutamakan di jalan dari dan menuju objek wisata karena libur Tahun Baru kawasan itu padat lalu lintas. "Layanan yang baik itu hak konsumen dan Pertamina punya tanggung jawab besar sebagai penyedia BBM yang dipercayai pemerintah," katanya. Pada 2011, kata dia, gejolak BBM pada Natal dan Tahun Baru masih ada, meski diakui tidak terlalu bermasalah seperti tahun-tahun sebelumnya. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026