Logo Header Antaranews Sumbar

BBI Produksi 650 Ribu Bibit Pada 2014

Kamis, 26 Februari 2015 13:06 WIB
Image Print

Padang Panjang, (Antara) - Balai Benih Ikan (BBI) Kota Padang Panjang, Sumatera Barat (Sumbar), pada 2014 mampu menghasilkan bibit sebanyak 650.000 ekor dari dua jenis ikan yang dibudidayakan. "Ada dua jenis ikan yang kita budidayakan masing-masing bibit nila, ikan emas," kata Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kota Padang Panjang, Candra melalui Kepala Bidang Perikanan Rusli, Kamis. Dia menyebutkan, pengembangan ikan di BBI Kota Padang Panjang memiliki 43 petak kolam dengan 15 petak untuk penijahan (kolam tempat ikan kawin), sembilan petak kolam untuk pembesaran anak, empat petak untuk induk dan selebihnya untuk penampungan benih. Dari jumlah produktifitas bibit ikan tersebut, kata dia, cukup memuaskan mengingat lokasi pembenihan di dataran tinggi. "Kota Padang Panjang memiliki suhu yang cukup dingin, sehingga kondisi itu kurang baik untuk pengembangbiakkan ikan, namun dari tingkat produktifitas yang kita hasilkan sudah memuaskan," kata dia. Dia menyebutkan, pembenihan bibit ikan di daerah yang memiliki suhu relatif dingin tingkat produktifitasnya jauh lebih berkurang dari daerah yang memiliki suhu panas. "Jika di daerah yang memiliki suhu relatif panas bisa menghasilkan ikan 4.000 ekor setiap bulan, namun di Kota Padang Panjang hanya bisa menghasilkan 2.000 ekor setiap bulan," kata dia. Dia menyebutkan, hasil pembenihan dari tiga jenis bibit ikan tersebut mampu menyumbangkan Pendapatan Asli Daerah dari sektor peternakan sebesar Rp40 juta. "Selain untuk PAD hasil dari bibit ikan yang ada di BBI juga kami berikan bantuan kepada kelompok pembudidaya ikan yang ada di Kota Padang Panjang," katanya. Ia mengatakan, awalnya, kolam ikan yang ada di BBI hanya berjumlah empat petak dengan luas sekitar 6 x 12 meter persegi pada tahun 2006. Berawal dari empat petak itu, saat ini sudah berjumlah sekitar 43 petak. Tingkat produksi selalu meningkat setiap tahunnya, sehingga mengalami keterbatasan lokasi untuk pengembangan selanjutnya. (**//ben)



Pewarta:
Editor: Nanien Yuniar
COPYRIGHT © ANTARA 2026