Logo Header Antaranews Sumbar

Pemimpin Afrika Tengah Bicarakan Strategi Berantas Boko Haram

Selasa, 17 Februari 2015 12:21 WIB
Image Print

Younde, (Antara/AFP) - Para pemimpin kawasan Afrika Tengah berkumpul di ibukota Kamerun, Younde, Senin (Selasa WIB) membicarakan strategi memberantas kelompok militan Boko Haram yang bermarkas di Nigeria dan telah meluaskan serangan ke negara-negara tetangga. Enam pemimpin negara mengikuti pertemuan yang diselenggarakan di bawah naungan Masyarakat Ekonomi Negara Afrika Tengah (ECCAS)itu, sementara empat lainnya mengirimkan delegasi. "Kita harus berantas Boko Haram," kata Presiden Kamerun Paul Biya yang bertindak sebagai tuan rumah. Para pemimpin negara tersebut berjanji untuk secara aktif saling mendukung pemberantasan terhadap ancaman Boko Haram dengan jalan memberikan dukungan militer, keuangan, logistik dan bantuan kemanusiaan. Kamerun dan Chad adalah dua negara yang secara langsung terkena dampak dari kegiatan kelompok militan Boko Haram yang sampai saat ini diyakini telah menelan korban 13.000 jiwa sejak didirikan pada 2009 lalu. Nigeria yang terpaksa menunda pemilu selama enam minggu sampai akhir Maret mendatang akibat kegiatan Boko Haram di wilayah mereka di timur laut, tidak hadir dalam pertemuan tersebut karena mereka bukan anggota ECCAS. "Tujuan pembicaraan ini adalah untuk menghasilkan solusi bersama mengenai pemberantasan kelompok militan," kata sebuah sumber yang dekat dengan Pemerintah Kamerun. Biya menegaskan bahwa tidak ada kompromi dengan Boko Haram dan perang melawan terorisme tidak berarti "perang salib melawan Islam". Chad, Kamerun, Niger dan Nigeria sebelumnya telah membentuk kerjasama militer untuk menghadapi kebrutalan kelompok Boko Haram yang berusaha untuk mendirikan negara Islam garis keras. Pada Senin lalu, polisi Niger mengumumkan bahwa mereka telah menangkap lebih dari 160 orang yang dicurigai terkait gerakan Boko Haram di wilayah Diffa, perbatasan dengan Nigeria yang diserang bulan lalu. Nigeria, negara yang paling menderita akibat kekerasan kelompok militan tersebut, menyatakan bahwa pasukan mereka telah merebut kembali kota strategis Moguno di timur laut yang sempat jatuh ke tangan Boko Haram bulan lalu. "Pasukan militer yang didukung angkatan udara telah menyelesaikan misi menyapu teroris dari Monguno dan sekitarnya tadi pagi," kata Chris Olukolade, jurubicara kementrian pertahanan Nigeria. Solidaritas Ketua ECCAD, Deby, mengimbau negara-negara anggota yang tidak terkena dampak langsung Boko Haram untuk memperlihatkan solidaritas mereka. "Kami juga mengimbau masyarakat internasional untuk memberikan dukungan - peralatan, diplomasi, keuangan, logistik dan bantuan kemanusiaan - atas upaya yang telah dilakukan oleh ECCAS, "kata Deby. Pada pembicaraan sebelumnya di Yaounde, Kamerun yang berbatasan langsung dengan Nigeria, Chad, Niger dan negara kecil Benin, pada 7 Februari lalu mengumumkan bahwa mereka akan memobilisasikekuatan di kawasan itu dengan melibatkan 8.700 pasukan untuk menghadapi Boko Haram. Rencana operasional untuk pasukan di kawasan itu belum disampaikan kepada Dewan Perdamaian dan Keamanan Uni Afrika untuk disetujui sebelum dikirim kepada Dewan Keamanan PBB. Dalam sebuah pernyataan tertulis di Yaounde, Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon mengingatkan bahwa "solusi militer secara total" tidak akan cukup untuk menangani Boko Haram. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026