
Perkembangan PDRB Solok Selatan Diatas 14 Persen

Padang Aro, (Antara) - Badan Pusat Statistik (BPS), menyebutkan perkembangan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat (Sumbar), atas harga berlaku dari tahun 2009 sampai 2013 selalu di atas 14 persen. "Dilihat dari PDRB atas dasar harga konstan 2.000 selama periode 2009-2013 pertumbuhan ekonomi Solok Selatan cenderung mengalami peningkatan. Hal ini menunjukkan bahwa kondisi perekonomian kabupaten itu pada 2013 relatif baik", Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Solok Selatan, Ilhamiwitri di Padang Aro, Senin. Nilai PDRB Solok Selatan terus mengalami perkembangan positif dengan nilai sekitar Rp1,22 triliun pada 2009 kemudian meningkat menjadi Rp1,40 triliun pada 2010. Pada 2011, nilai PDRB Solok Selatan terus berkembang menjadi Rp1,62 triliun selanjutnya pada 2012 naik menjadi Rp1,86 triliun hingga akhirnya mencapai Rp2,15 triliun di 2013 atau terjadi peningkatan sebesar 15,52 persen bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya (2012). Pertumbuhan PDRB Solok Selatan pada 2013 yaitu 6,33 persen lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan PDRB Provinsi Sumbar yang hanya 6,18 persen. "Pertumbuhan ekonomi Solok Selatan pada 2013 merupakan agregat dari pertumbuhan sektor-sektor yang ada," katanya. Artinya, imbuhnya, pertumbuhan nilai tambah masing-masing sektor atau sub sektor yang terjadi selama satu periode tertentu akan mencerminkan pertumbuhan ekonomi satu wilayah secara keseluruhan pada periode tersebut. "Selama periode 2009-2013 pertumbuhan di masing-masing sektor terlihat fluaktif," katanya. Pada 2013, sektor yang mencatat pertumbuhan tertinggi adalah sektor bangunan yaitu sebesar 9,00 persen. Sedangkan sektor pertanian masih menjadi andalan Solok Selatan dengan sumbangan sebesar 36,23 persen terhadap perekonomian kabupaten itu, sebutnya. "Akan tetapi pertumbuhan di sektor pertanian ini melambat dari 5,00 persen pada 2012 menjadi 4,54 persen tahun 2013," ujarnya. Ia menjelaskan, perlambatan pertumbuhan sektor pertanian ini karena menurunnya pertumbuhan sub sektor tanaman pangan dan holtikultura pada 2013. Dia menambahkan, pembangunan perekonomian di Solok Selatan selama periode 2009-2013 terus mengalami peningkatan secara keseluruhan. "Hal ini bisa dilihat pada angka PDRB atas dasar harga berlaku yang selalu mengalami peningkatan setiap tahunnya," katanya. (*/rik)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
