Logo Header Antaranews Sumbar

Tol Gempol-Pandaan Optimistis Operasi Maret 2015

Minggu, 15 Februari 2015 12:56 WIB
Image Print
Pekerja memasang CCTV di depan pintu gerbang tol Gempol-Pandaan, di Kejapanan, Pasuruan, Jawa Timur. (Antara/Audy Alwi)

Jakarta, (Antara) - PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui anak usahanya, PT Jasamarga Pandaan Tol, optimistis mampu mengoperasikan jalan tol ruas Gempol-Pandaan, Jawa Timur, sepanjang 13,61, pada Maret 2015. "Fisik sudah selesai 100 persen. Pada 23 Januari sudah ada kunjungan pertama kelaikan dari BPJT. Karena itu, perkiraan kami Maret siap," kata Direktur Teknik, PT Jasamarga Pandaan Tol (JPT), Rahardjo, saat dihubungi, di Jakarta, Minggu. Namun, lanjutnya, pada awal Februari ada sedikit gangguan berupa longsor di dinding pinggir jalan tol pada Km 6+250 hingga 6+450 Gempol-Pandaan karena tingginya curah hujan di kawasan itu. "Perbaikan sedang dilakukan oleh kontraktor bekerja sama dan koordinasi dengan pihak terkait sehingga dalam waktu dekat ini sudah selesai," katanya. Ia juga menegaskan, perbaikan itu tidak menimbulkan eskalasi biaya investasi proyek senilai Rp1,2 triliun karena merupakan bagian dari risiko kontraktor. Selain itu, sesuai dengan rencana bisnis jalan tol tersebut, saat dioperasikan diperkirakan mampu melayani kendaraan dengan rata-rata lalu lintas harian sebanyak 22 ribu unit. "Tarif sesuai rencana bisnis sebesar Rp607 per kilometer untuk golongan satu. Soal ini, nanti tunggu keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat," katanya. Pemegang saham PT JPT adalah PT Jasa Marga 74,75 persen, PT Jalan Tol Kabupaten Pasuruan 13,8 persen dan PT Margabumi Matraraya 11,29 persen dengan masa konsesi selama 35 tahun. Proyek Jalan Tol Gempol-Pandaan dicanangkan pada April 2013 dan ditargetkan selesai secara fisik pada Agustus 2014. Namun, karena ada persoalan pembebasan lahan dan perubahan kepemilikan saham perseroan pada Juni 2013, proyek molor hingga awal 2015. Pada kesempatan terpisah, AVP Corporate Communication Jasa Marga, Wasta Gunadi menyebutkan, ruas tol Gempol-Pandaan sangat strategis sebagai penghubung koridor antara Surabaya - Malang. "Saat ini jalan nasional Gempol-Pandaan sudah macet pada sejumlah titik dan dengan selesainya ruas ini, pengguna lalu lintas hanya perlu sekitar 20-30 menit," kata Wasta. Sejumlah kawasan yang akan terhubung untuk kepentingan pertumbuhan ekonomi antara lain, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Kawasan Industri dan Perdagangan serta perkebunan/pertanian/pariwisata di Surabaya, Pasuruan dan Malang Raya. Ruas ini, pada tahap awal terdiri empat lajur dan tahap akhir enam lajur. Lebar lajur 3,60 meter dan bahu jalan 3 meter (luar) dan 1,5 meter (dalam). Wasta menambahkan, ruas ini merupakan bagian dari rencana pembangunan jalan bebas hambatan Surabaya-Malang dan sejak 1970 pra-studi kelayakan dilakukan oleh pemerintah. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026