Logo Header Antaranews Sumbar

Unicef Awasi Pembebasan Tentara Anak di Sudan Selatan

Kamis, 12 Februari 2015 07:40 WIB
Image Print

PBB, New York, (Antara/Xinhua-OANA) - Dana Anak PBB (UNICEF) dan mitranya mengawasi pembebasan sebanyak 300 anak dari satu kelompok bersenjata di Pibor, Negara Bagian Jonglei, di bagian timur Sudan Selatan, kata Juru Bicara PBB Stephane Dujarric dalam taklimat harian pada Rabu (11/2). "Anak-anak tersebut menyerahkan senjata mereka dan akan melalui malam pertama mereka di satu pusat-perawatan sementara. Di sana mereka akan diberi makanan, air dan pakaian. Mereka juga memiliki akses ke layanan kesehatan dan psikologis," kata Dujarric, sebagaimana dikutip Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis pagi. Menurut PBB, 249 anak yang berusia antara 11 dan 17 tahun dibebaskan di Gumuruk di negeri tersebut dua pekan sebelumnya. Di antara mereka, 179 anak telah pulang ke rumah keluarga mereka sedangkan 70 anak masih berada di pusat-perawatan sementara yang didukung UNICEF. Satu laporan PBB yang disiarkan pada akhir tahun lalu menjelaskan pelanggaran besar hak asasi anak di Sudan Selatan. Menurut laporan, ribuan tentara bocah terlihat di beberapa kelompok bersenjata Negara dan non-Negara selama masa antara Desember 2013 dan September 2014. Pada Juni lalu, Sudan Selatan telah menyampaikan kembali komitmennya bagi Rencana Aksi yang ditandatangani pada 2012 bersama PBB guna mengakhiri perekrutan semacam itu dan penggunaan anak-anak oleh Angkatan Bersenjata pemerintah, serta pelanggaran besar lain. Rencana Aksi itu, yang mulanya ditandatangani pada 2009 dan diperbarui 2012, menghasilkan pembebasan lebih dari 1.000 anak, instruksi komando yang melarang perekrutan dan penggunaan anak, serta pembentukan satuan Tentara Pembebasan Rakyat Sudan (SPLA) --yang didedikasikan bagi perlindungan anak. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026