Logo Header Antaranews Sumbar

Dinkes: Waspadai Musim Penghujan Picu Peningkatan DBD

Rabu, 11 Februari 2015 08:45 WIB
Image Print

Padang, (Antara) - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Eka Lusty mengajak masyarakat untuk mewaspadai musim penghujan pada Januari dan Februari, karena dapat memicu peningkatan kasus demam berdarah dengue (DBD). "Musim penghujan merupakan salah satu pemicu peningkatan terjadinya DBD. Adanya genangan air yang menjadi wadah perkembangbiakan nyamuk yang berpotensi menularkan DBD," kata dia di Padang, Rabu. Eka mengatakan, wabah DBD merupakan siklus lima tahunan dan lonjakan DBD terakhir di Kota Padang terjadi pada 2010. Ia memperkirakan, siklus puncak wabah tersebut terjadi tahun ini, dimana dalam bulan ini merupakan puncak musim hujan. Untuk itu, Dinkes mulai dari awal Januari telah melakukan sosialisasi, baik kepada masyarakat maupun lintas sektoralnya, untuk melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Ia menekankan, di setiap puskesmas Kota Padang, agar rutin melakukan penyuluhan kepada masyarakat, bagaimana cara penanggulangan DBD. "Saya mengimbau masyarakat, apabila sudah mendapatkan penyuluhan dari petugas medis, sesampai di rumah harus diperaktekkan, arahan-arahan bagaimana cara penanggulangan DBD jangan dibawa lalu saja," katanya. Dikatakannya, masyarakat harus bersinergi dengan pemerintah, terkhusus dalam penanggulangan penyakit yang disebabkan serangan nyamuk Aedes Aegypti. Caranya rajin membersihkan tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk untuk mencegah demam berdarah, seperti genangan air di kaleng atau wadah-wadah yang terbuka. Masyarakat juga harus mengetahui gejala demam berdarah agar bisa segera ditangani. Dilanjutkannya, gejala awal yakni tubuh akan terasa lemah dan letih disertai pusing, lalu terjadi demam yang terus meningkat disertai mual dan sakit kepala. Akan muncul bintik-bintik merah pada tubuh penderita, di hari kelima atau ketujuh. Namun, tidak semua kasus DBD menampakkan bintik-bintik merah. "Masyarakat harus peka, apabila telah ada tanda tersebut, langsung diperiksakan ke puskesmas untuk dicek darah. Pertolongan pertama di rumah, penderita harus selalu diberikan cairan atau harus banyak minum air putih," katanya. Tentang potensi KLB di Padang, Eka mengatakan Padang pada 2015 tidak akan terjadi KLB, pasalnya Dinkes bersamaan dengan surat edaran dari Kemenkes terkait penanganan DBD, telah melakukan sosialisasi pencegahan dengan sistem 3 M Plus, yakni Menguras, Menutup, Mengubur, plus memasang kelambu, menebarkan bubuk abate, memantau jentik nyamuk, dan fogging. "Padang sudah ada penurunan kasus DBD, dimana pada 2014, Januari terdapat 50 kasus dengan 2 orang meninggal, dan Januari 2015 terdapat 48 kasus dengan 2 meninggal," katanya. (**/cpw3)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026