Logo Header Antaranews Sumbar

Rusia Peringatkan Barat "Bencana" di Ukraina

Jumat, 30 Januari 2015 13:19 WIB
Image Print

Moskow, (Antara/Reuters/AFP) - Utusan Rusia untuk pengawas keamanan Eropa OSCE mendesak Amerika Serikat dan Eropa, Kamis, untuk berhenti mendukung "pihak-pihak yang berperang" di Ukraina dan memperingatkan "bencana" bisa terbentang di depan, kata laporan kantor berita Interfax. "Saya ingin mengajukan imbauan ke negara-negara yang memiliki pengaruh terhadap kepemimpinan Kiev, sebagian besar dari semua itu untuk Washington. Sudah waktunya sekarang untuk berhenti memanjakan pihak-pihak yang berperang di Ukraina," kata utusan OSCE Rusia,Andrei Kelin. "Hanya bencana besar yang bisa terjadi akibat perkembangan seperti ini," katanya. Dalam laporan-laporan AFP sebelumnya, serangan-serangan roket yang membunuh sedikitnya 30 orang pada Sabtu di pelabuhan Mariupol yang dikuasai pemerintah Ukraina ditembakkan dari wilayah yang dikendalikan oleh pemberontak pro Rusia. Organisasi bagi Keamanan dan Kerja sama di Eropa (OSCE) menyatakan tim inspeksinya menyimpulkan bahwa "roket-roket Grad berasal dari arah timur laut... dan roket-roket Uragan dari arah timur. Dua wilayah tersebut dikuasai Republik Rakyat Donetsk. Pemimpin kawasan yang memisahkan diri sebelumnya mengumumkan serangan satu ofensif baru yang besar itu terhadap Mariupol tetapi tidak mengakui bertanggungjawab langsung atas serangan-serangan roket tersebut. OSCE mengatakan Misi Pemantau Khusus (SMM) yang dibentuknya membenarkan 19 dampak dari serangan-serangan roket sekitar kota itu "dan yakin masih ada lagi". "SMM mengobservasi di satu kawasan 1,6 kilometer termasuk satu pasar terbuka, dampak-dampak atas gedung-gedung, pertokoan, rumah-rumah dan satu sekolah," kata OSCE dalam satu laporan dari lapangan. "Para pengamat SMM mengamati mobil-mobil terbakar dan jendela-jendela yang menghadap sisi bagian timur laut satu gedung berlantai sembilan pecah," tambahnya. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026