
Sudan-Chad Prihatin dengan Situasi di Wilayah Sekitar Mereka

Khartoum, (Antara/Xinhua-OANA) - Sudan dan Chad pada Rabu (28/1) menyampaikan keprihatinan mereka sehubungan dengan situasi di Libya, Sudan Selatan, Republik Afrika Tengah (CAR) dan Nigeria, selain konflik di Wilayah Darfur, Sudan. Presiden Sudan Omar Al-Bashir dan timpalannya dari Chad Idriss Deby menyampaikan keprihatinan tersebut dalam pembicaraan mereka di Khartoum, Ibu Kota Sudan. Presiden Al-Bashir memberitahu wartawan setelah pembicaraan itu bahwa seluruh wilayah tersebut dirongrong masalah keamanan yang juga mempengaruhi Sudan dan Chad, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis pagi. Ia juga memuji upaya yang sedang dilancarkan oleh Chad untuk mewujudkan perdamaian di Darfur, serta peran yang dimainkan oleh Presiden Deby dalam membantu menyelesaikan konflik di sana. Sementara itu pada gilirannya, Presiden Chad Idriss Deby kembali menyampaikan keinginannya untuk mencapai penyelesaian damai bagi konflik bersenjata di Darfur. Ia menegaskan dialog adalah cara terbaik guna menanggulangi krisis Darfur dan mengakhiri penderitaan rakyat di wilayah tersebut. Deby tiba di Ibu Kota Sudan pada Rabu, dalam kunjungan resmi dua-hari. Pada Maret 2014, Presiden Chad tersebut menengahi pembicaraan antara Al-Bashir dan pemimpin oposisi Sudan, partai Kongres Rakyat Hassan At-Turabi di Kota Um Jaras di Chad. Pembicaraan itu juga dihadiri oleh sejumlah pemimpin suku di Darfur, termasuk dari Zaghawa, salah satu suku terbesar di kedua negeri tersebut. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
