
10 Tewas Akibat Serangan Roket di Mariupol Ukraina

Donetsk, (Antara/AFP) - Setidaknya 10 orang tewas Sabtu ketika roket-roket menghantam distrik-distrik permukiman di pelabuhan Mariupol yang dikuasai pemerintah Ukraina segera setelah pemberontak dukungan Rusia menolak perundingan perdamaian. Kepala kepolisian daerah Donetsk yang porak poranda akibat perang itu mengatakan roket-roket Grad jarak jauh menghantam satu pasar di satu distrik timur yang menghadapi jalan-jalan yang diserang oleh para petempur separatais dalam beberapa hari belakangan ini. Kota Sea of Azov Ukraina tenggara yang berpenduduk 500.000 jiwa itu terletak di jalan raya yang menghubungi daerah-daerah yang dikuasai pemberontak ke daerah timur dan semenanjung Krimea di Laut Hitam yang Rusia aneksasi dari Ukraina Maret tahun lalu. Satu serangan besar-besaan pemberontak terhadap pelabuhan itu Agustus lalu mnimbulkan pertempuran seru di mana pasukan Kiev memukul mundur dengan banyak jatuh korban yang membuat Presiden Ukraina Petro Poroshenko segera menyetujui gencatan senjata 5 September. Walaupun gencatan itu pertempuran tetap saja terjadi yang menewaskan setidaknya 1.500 orang dan dan akhirnya ditolak pemberontak,Jumat. Pemimpin separatis Donetsk Jumat bersumpah akan meningkatkan perang sembilan bulan itu dan merebut daerah-daerah di Ukraina tenggara yang kini dikuasai pemerintah pro-Barat. Resimen relawan Azov pro-Kiev yang berpangkalan di sekitar kota itu mengatakan "banyak korban yang cedera" dalam serangan itu. Pemerintah Mariupol mengatakan roket-roket itu menghantam satu pasar besar di salah satu dari distrik-distrik permukiman utama. "Sekarang, ada masalah-masalah dengan jaringan telepon sehingga tidak mungkin untuk menelopon para keluarga yang tinggal di kota itu," kata penduduk Mariupol Eduard kepada AFP melalui telepon. "Pasti penduduk di kota itu sangat ketakutan. Pemberontak telah menguasai bandara, Dan kini mereka mulai menghancurkan Mariupol." Tidak ada segera pernyataan mengenai pertempurun itu dari para pemimpin pemberontak. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
