
Anak Gharin Ingin Kuliah

Padang - Dia, Rustam, lulus Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (SPMB-PTAIN), Jurusan Pendidikan Bahasa Arab di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Sesuai cita-citanya, Dosen Bahasa Arab.Uang masuknya mencapai Rp7,3 juta, belum lagi biaya keberangkatan. Sementara gaji ayahnya sebagai gharin hanya Rp600 ribu perbulan, ditambah kisaran Rp100 ribu dari hasil sawah yang dipinjamkan kaum atas profesi ayahnya.Ayahnya Alizar Chan, 55, sudah sangat lama menjadi gharin di Musholla Tuan Kadhi Koto Gadang, Padang Ganting, Tanah Datar. "Sejak sebelum menikah dengan Ibu," kata Rustam, 19, yang kini sedang galau, Senin (10/6).Kelas 3 SMP, Rustam mulai menetap di Mushala Tuan Kadhi. Membantu membersihkan mushala, ke sawah, mengajar TPA. Dua tahun sebelumnya, dia sempat hidup sendiri. Ibu dan ayah kandungnya berpisah, sang ibu kemudian meninggalkannya untuk mencari nafkah.Masa-masa sulit itu dilaluinya dengan tegar. Namun juara umum tetap di tangan. Dari SD hingga SMP, juara umum sekolah sering disabetnya. Menginjak MAN 2 Batusangkar, rangkingnya berputar antara 1 dan 3.Pernah juga dia jadi juara debat Bahasa Arab. "Kalau sudah paham bahasa Arab, orang akan mudah mendalami Al Quran, kalau sudah paham Al Quran hidup dunia akhirat selamat. Saya ingin menjadi juru ilmu itu," ungkapnya, antara harap dan lara.Ibunya Tati Warni, 55, bantu-bantu saja bersih-bersih mushala. Motor yang kini sebagai alat transportasi keluarga pun digadai karena sulitnya ekonomi."Dia anak pintar, katanya ingin mengubah hidup keluarga, ingin jadi dosen, besar hati kami mendengarnya," kata Tati haru.Tabungan Rustam baru ada Rp2 juta. Kurangnya masih sangat banyak.Rifal, Mengojek pun Tak ApaSama dengan Rustam, Rifal, 19, lulus SPMB-PTAIN di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Jurusan Matematika. Sudah tipis sandalnya mencari peluang beasiswa kesana-kemari. Dinas Pendidikan Tanah Datar, Bupati, Gubernur, terakhir Dompet Dhuafa Singgalang menjadi harap baginya, agar bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi."Kalau diizinkan Allah untuk melanjutkan kuliah, saya akan bekerja sampingan untuk mencari biaya, saya cari terus peluang beasiswa," ujar remaja yang sering bekerja sampingan sebagai tukang ojek itu.Rifal adalah anak dari, Padrizal, 51, yang kesehariannya bekerja sebagai pedagang pokat. Pokat dicarinya ke desa-desa, untuk kemudian dipanjat dan dijual lagi ke pasar. Kalau ditanya penghasilan, tidak pasti. Kisaran Rp800 ribu bisa didapatkan. Namun apalah artinya uang senilai itu jika dilihat tanggungannya, ada 3 anak dan satu istri.Kakak tertua Rifal kini sedang kuliah di STMIK Batusangkar, biayanya? tentu saja dari beasiswa. Karena keadaan ekonomi keluarga tidak mampu. Kelahiran Sungai Tarab 19 tahun silam ini begitu berharap. Bermodal pintar dan gigihnya saja tentu tak cukup, doa dan usahanya harus disambut oleh para dermawan.Salurkan donasi Anda untuk Rustam dan Rifal melalui Dompet Dhuafa Singgalang. Hubungi 0751 40098 atau Anda dapat langsung mengunjungi Graha Kemandirian Dompet Dhuafa Singgalang Jln. Juanda No 31 C Pasar Pagi Padang. (winda)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
