
DPRD PASBAR AKAN MEMBUAT PERDA INISIATIF

DPRD Pasaman Barat dalam waktu dekat akan membuat Peraturan Daerah (Perda) Inisiatif yang nantinya bisa mengatur berbagai macam potensi yang ada. Melalui Perda maka potensi Pasbar seperti Kelapa Sawit dan Jagung bisa tergarap maksimal dan bisa memberikan manfaat langsung kepada para petani.Kita memang mempunyai rencana untuk membuat Perda inisiatif, yankni tentang Perda jaminan harga Tandan Buah Segar (TBS), dan jagung. Ini sangat trategis, apalagi Pasbar mempunyai potensi sawit dan jagung yang sangat besar kata Ketua DPRD, Antonius.Ia mengharapkan dalam penetapan Perda inisiarif nantinya akan ada keterbukaan semua stake holder yang menentukan Tandan Buah Segar (TBS) masyarakat. Artinya harga dapat diketahui baik di inti dan di plasma.Sementara itu Wakil Ketua DPRD Pasbar, Daliyus K, MSi menambahkan dengan adanya Perda, maka ada aturan yang jelas yang akan diikuti sebagai aturan main. Disamping itu Perda ini juga bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) karena banyak Perda yang mengatur tentang retribusi daerah.Saat ini tugas DPRD Pasbar banyak membahasa persoalan sengketa tanah. Apalagi banyaknya persoalan plasma. Hal itu terbukti banyaknya surat masuk ke kantor DPRD Pasbar tentang persoalan tersebut. Sehingga banyak terposor waktu membahas dan menampung aspirasi masyarakat.Persoalan itu, diantaranya persoalan masyarakat dengan sejumlah perusahaan perkebunan, belum jelasnya hak masyarakat. Kemudian persoalan ninik mamak dengan cucu keponakannya.Kita sebagai wakil rakyat, harus menampung aspirasi masyarakat, kemudian melakukan mediasi dan memberikan rekomendasi. Kita tidak bisa memutuskan suatu persoalan kata Daliyus K. Apabila anggota dewan tidak melakukan kunker ke suatu daerah mustahil Ranperda yang diajukan Pemkab Pasbar menjadi Perda. Daerah yang dikunjungai oleh DPRD Pasbar harus jelas dan sesuai dengan Ranperda."Melalui Kunker maka banyak hal yang bisa dipelajari dari daerah yang kita tuju. Kita mengambil sisi positifnya dalam melakukan kunker, jangan hendaknya kunker disamakan dengan pergi jalan-halan tetapi kunker merupakan suatu cara mengambil ilmu dari daerah yang lebih maju yang nantinya akan dipraktekkan di daerah kita,katanya. (ALTAS)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
