
Berikan Bantuan Sapi Kepada Petani

Meskipun Presiden Susilo Bambang Yudhotono (SBY) tidak jadi datang, panen raya jagung dan kedelai seluas 150 haktar di Padang Buli-Buli Nagari Aur Kuniang Kecamatan Pasaman Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) tetap dilaksanakan oleh Mentri Dalam Negeri Mardiyanto dan Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Lukman Edy, Minggu (21/6). "Presiden SBY menyampaikan permintaan maaf karena tidak sempat hadir dan panen raya jagung, kedelai dan sejumlah pembangunan perkantoran di Pasbar tetap berlangsung atas nama Presiden SBY,"kata Mentri Dalam Negeri Mardiyanto yang didampingi Mentri PDT Lukman Edy, Gubernur Sumbar Gamawan Fauzi dan Bupati Pasbar, H Syahiran.Menurutnya, Kabupaten Pasbar sebagai kabupaten pemekaran sangat prospektif dan berkembang sangat pesat. Kemajuan Pasbar dalam rentang empat tahun ini tentunya berkat dukungan masyarakat terutama kelompok-kelompok tani yang ada di Pasbar. Masyarakat Pasbar sangat positif melihat peluang-peluang yang ada untuk meningkatkan kesejahteraan mereka. "Saya berharap masyarakat harus tetap mendukung Pemkab Pasbar di dalam upaya pembangunan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan bersma. Begitu juga dengan Pemkab Pasbar harus tetap melibatkan masyarakat di dalam melaksanakan berbagai macam program yang disusun,"katanya. Pemerintah pusat, katanya akan terus berupaya mengembangkan pembangunan yang berbasiskan kawasan potensi yang ada. Seperti Pasbar merupakan kawasan pertanian baik jagung, kedelai dan kelapa sawit. Ditetapkannya Pasbar sebagai daerah unggulan Jagung diharapkan akan mampu menopang propinsi Sumbar sebagai daerah penghasil jagung di Indonesia yang nantinya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Pasbar.Terkait harapan dan permintaan masyarakat yang disampaikan Bupati Pasbar, pihanya akan menyampaikan ke dapartemen masing-masing. Seperti peningkatakan infrastruktur jalan dan jembatan akan disampaikan ke Mentri perhubungan dan Kimpraswil, selain itu percepatan pembangunan pelabuhan terutama mengenai izin hak pakai hutan akan disampaikan ke Departeman Kehutanan RI. "Sebagai daerah pemekaran, Pasbar harus terus berupaya berbenah dengan uapay meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, memperpendek rentang pelayanan dan berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dahulukanlah pembangunan ekonomi kerakyatan dari pada pembangunan perkantoran,"tegasnya. Sementara itu, Bupati Pasbar H SYahiran berharap dengan kedatangan Mentri Dalam Negeri dan Mentri PDT akan dapat membantu percepatan pembangunan Pasbar. Saat ini katanya Pasbar sudah mampu menghasilkan 251.000 ton produksi jagung setiap tahun dengan luas tanam jagung 46 ribu hektar. Selain memiliki potensi pada tanaman jagung, Pasbar juga ditetapkan sebagai daerah unggulan ikan lele di Sumbar dan tanaman kelapa sawit. "Sebagai daerah pertanian harapan masyarakat Pasbar adalah adanya pembangunan Silo atau pabrik jagung di Pasbar, penambahan jatah pupuk urea karena kebutuhan pupuk urea mencapai 16 ribu ton pertahun sementara yang terealisasi hanya 6000 ton. Selain itu kami berharap perbaikan jalan negara sepanjang 171 di Pasbar dan adanya kapal patroli guna mengawasi perairan Pasbar,"katanya. Pasbar memiliki jumlah penduduk 260.000 jiwa dengan jumlah pemilih 232..153 orang. Daerah ini merupakan daerah pertanian dengan luas tanam jagung 46.000 hektar dengan produksi 251.000 ton setiap tahunnya. Selain itu Pasbar juga memiliki potensi pada bidang kelautan dan ikan lele.
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
