
Federer Taklukkan Dimitrov di Brisbane

Brisbena, (Antara/AFP) - Legenda hidup tenis Swiss Roger Federer menggarisbawahi kemampuannya untuk meraih gelar di Australia Terbuka, ketika ia mengatasi tantangan dari Grigor Dimitrov di semifinal Brisbane International pada Sabtu. Federer hanya memerlukan waktu 53 menit untuk menang 6-2, 6-2 atas petenis peringkat 11 dunia asal Bulgaria itu, kemenangan ke-999nya di Tur ATP. Dimitrov, bersama dengan Milos Raonic dan Kei Nishikori, merupakan petenis yang disebut-sebut akan mampu mengakhiri dominasi Federer, Novak Djokovic, dan Rafael Nadal. Namun maestro asal Swiss itu memperlihatkan betapa jauh jarak yang harus ditempuh, jika Dimitrov ingin menyamai level Federer. Pengembalian service Federer merupakan contoh. Ia mematahkan service Dimitrov sebanyak empat kali dan tidak pernah membiarkan petenis 23 tahun itu menemukan irama permainan. Federer kini memiliki kesempatan untuk memperlihatkan dominasinya atas penantang potensial lainnya, Raonic, yang mengalahkan Nishikori dalam pertandingan semifinal yang berlangsung selama dua setengah jam di Pat Rafter Arena. "Permainannya lebih berdasar pada serve, namun ia melakukan perbaikan-perbaikan dari baseline dan memotong bola-bola yang lebih besar sekarang," kata Federer mengenai Raonic. "Ia bukan hanya menunggu kesalahan-kesalahan dari lawan, seperti yang lebih sering ia lakukan pada awal karirnya." Nishikori (5) dan Raonic (8) hanya terpaut tiga urutan pada peringkat dunia, dan keduanya bermain ketat pada pertandingan yang dimenangi petenis Kanada itu dengan skor 6-7 (4/7), 7-6 (7/4), 7-6 (7/4). Tidak seorang pun dari kedua petenis itu yang kehilangan serve dan Raonic memenangi total 120 angka, dua angka lebih banyak daripada Nishikori dengan 118 angka. Raonic, salah satu pemilik serve terkeras di dunia tenis, secara reguler melepaskan serve-serve keras yang tercatat memiliki kecepatan di atas 200 kilometer/jam. Ia mencatatkan 34 ace dalam tiga set, dan hanya melakukan tiga kesalahan ganda saat serve, refleksi dari pekerjaan yang dilakukan pada servenya saat kompetisi sedang libur. Raonic mengakui ia akan harus berada dalam puncak permainannya jika ia ingin mengalahkan Federer. "Saya harus melakukan serve dengan baik, itu selalu menjadi kunci," tuturnya. "Pada beberapa bulan terakhir saya memulai dengan buruk (saat melawan dia). Saya akan mendapatkan break pada permainan service pertama saya, yang bukan merupakan cara untuk melaju pada hal itu, khususnya melawan petenis papan atas dan khususnya melawan Roger." (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
