
Suwarni Bertahan Hidup dengan Kanker Payudara

Jakarta, (Antara) - Meski divonis dokter hanya bisa bertahun selama dua tahun karena kanker payudara stadium IV yang dideritanya, Suwarni terus bertahan hidup dengan terapi berbasis listrik statis. "Alhamdulillah, saya bisa bertahan hidup. Ini sudah lima tahun," ujar Suwarni (53) di Jakarta, Senin. Terapi berbasis listrik statis itu ditemukan oleh Warsito Taruno. Teknologi terapi itu dikenal dengan nama "Electrical Capacitive Cancer Therapy" (ECCT). Suwarni adalah pasien pertama yang menggunakan teknologi itu. Karena keberhasilannya bertahan hidup selama lima tahun dengan kanker, Suwarni berhasil mencapai kriteria "The 5 Years Survival Rateversi WHO". "Saya tidak menyangka akan bisa bertahan selama ini," kata ibu tiga anak itu. Kriteria itu digunakan sebagai dasar bagi para ahli kanker untuk mengetahui kelangsungan hidup bagi para penderita kanker dan menjadi indikator keberhasilan pengobatan kanker. Pada kasus kanker payudara stadium IV sepertiSuwarni, WHO mencatat hanya 22 persen saja yang berhasilbertahan hidup. Penemu alat tersebut, Warsito Taruno menjelaskan pencapaian tersebut membuktikan bahwa alat yang ditemukannya efektif. "Kasus Suwarni menjadi salah satu bukti keampuhan penggunaan listrik statis untuk mengurangi aktivitas sel kanker di tubuh manusia," jelas Warsito. Warsito menjelaskan Suwarni tak pernah merasakan kemoterapi dan memiliki kualitas hidup dengan kesehatan yang baik. "Berbeda dengan metode kemoterapi atau radioterapi yang ikut merusak sel-sel sehat di sekitar sel kanker, penggunaan listrik statis pada teknologi ECCT hanya merusak sel-sel kanker, bukan sel-selsehat, sehingga tetap aman digunakan," terang Warsito. Prinsip ECCT yang membangkitkan gelombang listrik bisa diatur, sehingga menghasilkan frekuensi yang diinginkan untuk menganggu mitosis sel kanker sehingga dapat menghambat pertumbuhan tumor dan menghancurkan sel kanker yang sedang mengalami pembelahan. Selain terjangkau, alat terapi kanker yang dikembang kan oleh C-Tech Labs Edwar Technology inijauh lebih kecil, ringan, praktis, dan aman dibandingkan dengan terapi lain. Saat ini, kanker payudara masih menjadi momok yang menakutkan bagi perempuan dan masih menduduki peringkat kedua penyebab kematian terbanyak di Tanah Air. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
