
Akbar Harapkan Dualisme Kepengurusan Golkar Segera Selesai

Jakarta, (Antara) - Ketua Dewan Pertimbangan Partai GolkarAkbar Tandjung berharap persoalan dualisme kepengurusan di PartaiGolkar dapat segera selesai karena banyak hal yang harus dilakukanpartai tersebut. "Saya berharap para tokoh Partai Golkar dapat solid sehingga Partai Golkar bisa menjadi partai besar dan meneruskan regenerasi yang baik," kata Akbar Tandjung, di sela-sela kegiatan diskusi yang diselenggarakan Kahmi di Jakarta, Selasa. Akbar menyarankan perwakilan dari dua kepengurusan partai Golkarmelakukan perundingan di Jakarta, untuk mencari jalan keluar bersama. Ia berharap, para tokoh Partai Golkar dapat segeramenyelesaikan persoalan guna menyelamatkan Partai Golkar antara lainmelalui musyawarah nasional (Munas) rekonsiliasi. Mantan Ketua Umum Partai Golkar ini melihat ada tiga opsipenyelesaian persoalan partai Golkar yakni, melalui Mahkamah Partai,melalui pengadilan, dan melalui Munas rekonsiliasi. "Jika melalui Mahkamah Partai tidak bisa selesai, bisadilanjutkan melalui pengadilan. Jika di pengadilan waktunya sangatlama, sementara agenda partai sudah mendesak yakni adanya pemilihankepala daerah secara serentak, maka bisa ditempuh Munas rekonsiliasi,"katanya. Menurut Akbar, Pemerintah menjadwalkan pelaksanaan pilkada secaraserentak terhadap 296 kepala daerah pada akhir 2015 atau pada 2016. Pada pemilihan kepala daerah secara serentak tersebut, kata dia,Partai Golkar mengusung calon kepala daerah hampir di 200 daerah. "Untuk mengusung calon kepala daerah itu, Partai Golkar harussolid," katanya. Karena itu, Akbar menyatakan dia lebih sepakat penyelesaianPartai Golkar melalui Munas rekonsiliasi. Akbar menilai, langkah Munas rekonsiliasi ini lebih cepatmenyelesaikan persoalan sekaligus menyelamatkan Partai Golkar. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
