
MPR Ingatkan Pemerintah Antisipasi Tantangan Ekonomi 2015

Jakarta, (Antara) - Ketua MPR RI Zulkifli Hasanmengingatkan pemerintahan Presiden Joko Widodo agar dapatmengantisipasi tantangan ekonomi yang semakin berat pada 2015. "Pertumbuhan ekonomi Indonesia secara makro pada 2014 mencapailima persen tapi kesenjangan sosial dan ekonomi masih sangat tinggi,"kata Ketua MPR RI ketika membuka diskusi "Indonesia Economic Outlook2015: Tantangan Ekonomi Global dan Strategi Mempercepat PertumbuhanEkonomi Nasional" yang diselenggarakan KAHMI, di Jakarta, Selasa. Menurut Zulkifli, tingkat kesenjangan ekonomi Indonesia justrusemakin tinggi, karena berdasarkan data Bank Dunia, rasio gini Indonesia pada 2013 adalah 0,41 dan pada 2014 meningkat menjadi 0,43,yang menunjukkan jumlah penduduk miskin masyarakat Indonesia semakinmeningkat. Menghadapi tahun 2015, menurut Zulkifli, tantangan yang dihadapi Indonesia di bidang ekonomi semakin tinggi. Di satu sisi, pasar bebas Asean (MEA) sudah diberlakukan pada2015 yang konsekuensinya Indonesia harus siap menghadapi perdaganganbebas di tingkat Asean. Di sisi lain, kata dia, pertumbuhan ekonomi di Amerika dan Eropa sudah membaik yang berdampak pada penurunan pertumbuhan ekonomi di negara-negara maju di Asia. "Saya baru bertemu dengan pimpinan parlemen dari Tiongkok, India, dan Korea Selatan. Mereka mengakui pertumbuhan ekonominya sudahmelambat pada sementer kedua 2014 dan akan semakin berat pada 2015,"katanya. Menurut Zulkifli, informasi yang diperolehanya dari pimpinanparlemen, negara Tiongkok, India, dan Korea Selatan ini, agar menjadimasukan sangat berharga bagi Pemerintahan Presiden Joko Widodo untukmengantisipasi tantangan yang semakin berat pada 2015. Apalagi, kata dia, Pemerintahan Presiden Joko Widodo menargetkanpertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2015 adalah tujuh persen, yaknisangat optimistik. Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini menaruh harapan, kepada pemerintahan Presiden Joko Widodo dapat mewujudkan target pertumbuhan ekonomi, tapi hendaknya ekonomi Indonesia tumbuh secara merata dengan kesenjangan ekonomi juga dapat diminimalisir. Pada kesempatan tersebut, Zulkifli mengatakan, ketika dirinyamenduduki jabatan Menteri Kehutanan, pada periode 2009-2014, ia turutberkontribusi mengurangi kesenjangan ekonomi, dengan mengubahperuntukan lahan dari milik korporasi menjadi milik rakyat sebanyak1,5 juta hektar atau sekitar tiga persen dari lahan perkebunan secaranasional. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
