Logo Header Antaranews Sumbar

Pasukan Kurdi Irak Patahkan Kepungan Satu Daerah Gunung

Jumat, 19 Desember 2014 13:47 WIB
Image Print

Mahyat Al-Ayadhiya, (Antara/AFP) - Pasukan Kurdi Irak, Kamis mengakui telah mematahkan pengepungan satu daerah gunung di mana para warga sipil Yazidi dan petempur terperangkap, sementara Amerika Serikat mengatakan serangan udara telah membunuh beberapa pemimpin IS dalam pekan-pekan belakangan ini. Pars pejabat mengatakan dua keberhasilan itu menjadi pukulan-pukulan berat pada komando dan kekuasaan IS (Negara Islam) serta jalur-jalur pasokan mereka, dan adalah yang terbaru dalam sejumlah kemunduran bagi kelompok itu dalam pekan-pekan belakangan ini. Gerak maju para petempur Kurdi itu terjadi dalam serangan kilat dua hari di daerah Sinjar yang melibatkan 8.000 petempur Peshmerga dan serangan udara berat sejak koalisi pimpinan AS memulai operasi udara empat bulan lalu. Masrour Barzani, putra presiden Kurdi Irak dan kepala intelijen daerah otonomi Irak mengatakan kemajuan peshmerga itu mematahkan pengepungan daerah Gunung Sinjar. "Pasukan Peshmerga telah mencapai Gunung Sinjar, pengepungan pada gunung itu telah dicabut," katanya kepada wartawan dari satu operasi-operasi dekat perbatasan dengan Suriah. Peshmerga mengatakan mereka merebut kembali delapan desa di daerah itu dan membunuh 80 petempur IS dalam serangan tahap awal dari serangan yang dilancarkan dari Rabia di perbatasan Suriah dan Zumar dekat bendungan Mosul. Mereka juga kehilangan tujuh petempur Rabu di desa Qasreej ketika mereka gagal menghentikan seorang pembom bunuh diri yang menabrakan kendaraannya yang membawa bahan peledak ke konvoi mereka, kata para perwira di lokasi itu kepada AFP. "Operasi ini merupakan serangan militer tunggal terbesar terhadap IS dan sangat berhasil," kata satu pernyataan dari kantor Barzani. Serangan IS terhadap daerah Sinjar minoritas Yazidi Agustus itu menyebabkan puluhan ribu orang terlantar dan salah satu dari alasan-alasan yang dikemukakan oleh Presiden AS Barack Obama untuk melakukan serangan udara September. Karena khawatir terjadi genosida terhadap minoritas Yazidi yang berbahasa Kurdi puluhan ribu orang mengungsi ke gunung itu dan tetap terperangkap di sana dalam udara yang panas dan tanpa pasokan bantuan. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026