Logo Header Antaranews Sumbar

PU: Pembangunan Jalan Nagari Sudah 90 Persen

Kamis, 18 Desember 2014 11:00 WIB
Image Print

Padangpariaman, (Antara) - Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Padangpariaman, Sumatera Barat, Zainir Koto mengatakan pembangunan infrastruktur jalan di masing-masing nagari (desa) sudah mencapai 90 persen sampai bulan Desember 2014. "Alhamdulillah, dari 60 nagari yang tersebar di 17 kecamatan Padangpariaman ini pembangunan infrastrutur jalan nagari sudah 90 persen tuntas hanya tinggal finishing (tahap akhir)," katanya di Parit Malintang, Kamis. Ia mengatakan masyarakat menyambut baik dan menilai positif pembangunan infrastruktur jalan nagari beserta sarana-prasarana penunjang lainnya, seperti irigasi jembatan, dan lain sebagainya. "Masyarakat menilai positif pembangunan berbagai infrastruktur jalan nagari, jembatan dan irigasi karena bagi masyarakat berbagai sarana tersebut sangat membantu mereka, seperti pembangunan irigasi memudahkan pengairan sawah, ladang serta jalan yang bagus memudahkan masyarakat pergi ke pasar," ujarnya. Ia mengakui banyak menghadapi berbagai hambatan ketika akan membangun infrastrukrur jalan nagari dan sarana-prasarana penunjang lain seperti medan jalan yang berat, pembebasan tanah, ladang milik warga yang sedang digadaikan, perkebunan warga yang tidak mau dipindahkan, serta tanah ulayat yang tidak mau ganti-rugi karena terjadi sengketa diantara suku. Selain itu adanya zona merah yang dilarang untuk permukiman masyarakat. "Kalau secara umum untuk pembangunan infratruktur jalan di masing-masing nagari sudah hampir selesai, tapi ada pada titik-titik tertentu kami belum bisa lakukan pembangunan karena medan jalan yang berat seperti daerah Padang Alai, kemudian jalan yang menghubungi Padang Alai dengan Padang Sago, terus jalan Padang Alai dengan Sungai Geringging sampai Kampung Dalam," jelasnya. Ia menambahkan untuk kawasan zona merah kendala yang dihadapi yaitu dilarangnya untuk dijadikan permukiman masyarakat karena rawan terjadi bencana, jadi dengan adanya larangan itu Dinas PU Padangpariaman terpaksa mengalihkan jalan ke lokasi lain. "Jadi untuk zona merah, kita terpaksa harus alihkan ke tempat lain karena di situ dilarang membangun jalan maupun irigasi dikhawatirkan akan mengundang warga untuk tinggal di daerah itu," katanya. Lebih lanjut ia mengatakan daerah yang masuk kawasan zona merah yaitu Gunung Tigo. Di daerah itu memang tidak akan dilakukan pembangunan jalan serta irigasi. Ia menegaskan bagi nagari-nagari yang saat ini pembangunan infrastruktur jalannya masih belum selesai, Dinas PU Padangpariaman berjanji akan segera menuntaskan pada tahun 2015 mendatang. "Jalan nagari yang membutuhkan dana besar seperti Padang Kacai ke Lubuk Banda serta terus Ampalu Tinggi akan kita prioritaskan pada anggaran APBD Padangpariaman 2015 mendatang," katanya. (*/cpw4/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026