
Tentara Kamerun Katakan Bebaskan 16 Sandera

Yaounde, (Antara/Reuters) - Tentara Kamerun telah membebaskan 16 sandera, termasuk imam Katolik Polandia Mateusz Dziedzic, yang diculik oleh pemberontak Republik Afrika Tengah bulan lalu, kata pemerintah Kamerun Rabu. Namun, pasukan pemberontak, Front Demokratik Rakyat Afrika Tengah (FDPC), mengatakan dalam satu pernyataan bahwa mereka sukarela menyerahkan kelompok itu menyusul intervensi mantan menteri Afrika Tengah Karim Meckassoua. FDPC menculik Dziedzic pada 12 Oktober di barat Republik Afrika Tengah, berharap untuk menggunakan dia dan 15 sandera Kamerunsebagai alat tawar-menawar untuk menjamin pembebasan pemimpin mereka sendiri, Abdoulaye Miskine, yang ditangkap di Kamerun tahun lalu. Dikatakan dalam satu pernyataan bahwa mereka telah membebaskan tawanan tersebut atas permintaan Meckassoua sebagai isyarat itikad baik dalam langkah kemungkinan pembicaraan politik. Tidak segera jelas apakah Kamerun telah membuat komitmen tentang nasib Miskine itu. Saudara laki-laki dari salah satu sandera mengatakan, para sandera itu dibebaskan dalam dua kelompok pada Selasa dan Rabu di kota-kota Baboua dan Beloko, dari mana mereka diculik pada pertengahan Oktober. "Kami melihat satu sama lain pada sekitar pukul 07.00 waktu setempat dan saling menggenggam tangan. Mereka semua dalam keadaan sehat, "kata Ludovick Wanou. FDPC adalah salah satu dari sejumlah kelompok bersenjata yang telah memerangi Pemerintah Afrika Tengah dan militan lainnya di kaitan konflik di bekas koloni Prancis itu selama dekade terakhir. Mereka sebentar bersekutu dengan Slka, koalisi pemberontak yang merebut kekuasaan di Republik Afrika Tengah Maret 2013. Namun,Miskine bertengkar dengan komandan Slka dan kemudian melarikan dirike Kamerun tahun lalu, di mana ia kemudian ditahan. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
