
Ribuan Buruh Kembali Demo Tolak Upah Murah

Jakarta, (Antara) - Ribuan buruh di kawasan industri MM2000, Cikarang, Bekasi kembali melakukan aksi demontrasi dengan menghentikan produksi pabrik sebagai bentuk menolak upah murah. "Demo ini kami lakukan selain menolak upah murah juga menuntut kepada Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk segera menetapkan UMP Bekasi 2015 sebesar Rp3 juta," kata Sekretaris Jenderal Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Muhammad Rusda di Jakarta, Jumat. Ia mengatakan, ribuan buruh juga melakukan penolakan terhadap kebijakan pemerintahan baru Jokowi-JK yang telah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) yang dinilai tidak mensejahterakan rakyat. Upah minimum untuk para buruh di Indonesia saat ini telah dinilai paling rendah apabila dibandingkan dengan negara-negara lainnya. Untuk itu buruh menuntut agar pemerintah mengambil langkah serius guna menaikkan upah minimum 2015 sebesar 30 persen. Hal itu dilakukan untuk mengejar ketertinggalan upah dengan negara lainnya. Jumat (21/11) pagi, massa aksi yang telah melumpuhkan kegiatan kawasan, langsung melakukan konvoi untuk menjemput dan mensweeping seluruh buruh untuk bergabung dalam kegiatan aksi tersebut. "Kami melakukan pemeriksaan kepada setiap buruh untuk berhenti berproduksi dan ikut bergabung melakukan aksi demo demi kesejahteraan nasib para buruh," tuturnya. Usai melakukan konvoi, para buruh tersebut langsung berjalan masuk menuju ruas tol Jakarta-Cikampek melalui pintu tol Cikarang dua. Dengan kekuatan penuh sejumlah massa, ruas tol pun berhasil dimasuki. Melihat buruh memasuki tol, polisi pun bertindak membabi buta untuk membubarkan paksa. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
