Logo Header Antaranews Sumbar

Sekolah Padang Panjang Diberi Pelatihan Bahaya Kebakaran

Senin, 17 November 2014 11:18 WIB
Image Print

Padang Panjang, (Antara) - Pemerintah Kota Padang Panjang, Sumatera Barat (Sumbar) melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pemadam Kebakaran memberikan pendidikan pencegahan dan penanganan bencana kebakaran kepada lingkungan sekolah di kota setempat.Koordinator Operasional UPTD Pemadam Kebakaran Kota Padang Panjang, Jhon Eriko, Senin, mengatakan pengetahuan dalam tindakan preventif terhadap bahaya kebakaran sangat dibutuhkan bagi lingkungan sekolah."Apalagi sekolah itu sudah berumur ratusan tahun seperti, pondok pesantren Thawalib, Diniyah Putri, Muhammadiyah dan lainnya," kata Jhon Eriko.Dia mengatakan, pendidikan pencegahan dan penanganan bencana kebakaran dilakukan dengan cara sosialisasi secara berkala ke lokasi sekolah yang ada di Padang Panjang."Baru - baru ini kita laksanakan di pondok pesantren Thawalib, Sabtu (15/11). Kita berharap para guru dan pelajar bisa mengaplikasikannya ilmu yang didapat selama sosialisasi tatkala bencana kebakaran tersebut datang," katanya. Jhon Eriko mengatakan bahwa penyebab terjadinya kebakaran dikarenakan banyak faktor, diantaranya yang sering terjadi adalah karena korsleting atau arus pendek pada jaringan listrik dan kebocoran gas elpiji. Dengan kegiatan simulasi yang langsung melibatkan para santri guru dan santri di Thawalib tersebut, ia berharap ancaman bahaya kebakaran khususnya di lingkungan Perguruan Thawalib dapat diatasi secara dini.Di usianya yang sudah lebih seabad ini tersebut kata dia, pihak UPTD Kebakaran menyarankan kepada pihak Thawalib agar menyediakan peralatan pemadaman kebakaran seperti racun api dan akan lebih baik lagi dilakukan pemeriksaan terhadap jaringan instalasi listrik yang ada pada setiap bangunan.Menanggapi hal tersebut, Kepala Urusan Proses Belajar Mengajar Ahmad Yunus mengatakan, pihaknya sangat senang mendapatkan pelatihan dan simulasi penanganan kebakaran yang langsung diadakan di halaman sekolahnya."Simulasi penanganan bahaya kebakaran sangat bermanfaat bagi kami, karena bisa jadi disaat panik atau kurangnya pengalaman, kebakaran bisa saja tidak teratasi dengan cepat", ujar Ahmad Yunus.Namun demikian, Ahmad Yunus secara tegas mengatakan lebih baik mencegah dari pada mengatasi. "Kami justru berusaha bagaimana agar musibah kebakaran ini tidak sampai terjadi". katanya. (**/ben)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026