
Perindo: Budidaya Perikanan Baru Tiga Persen

Jakarta, (Antara) - Direktur Utama Perum Perikanan Indonesia (Perindo) Agus Suherman mengatakan kegiatan budidaya perikanan, baru sekitar dua persen hingga tiga persen dari potensi yang dimiliki Indonesia. "Indonesia memiliki potensi lahan untuk budidaya perikanan seperti `aquaculture` dan `mariculture` 12,5 juta hektare. Saat ini yang dimanfaatkan baru dua persen hingga tiga persen saja," kata Agus Suherman kepada Antara di Jakarta, Jumat (14/11). Agus mengatakan Indonesia berpotensi melakukan budidaya hayati laut seperti kerapu, udang dan rumput laut. Budidaya perikanan juga merupakan solusi terhadap pengambilan ikan yang berlebihan atau "overfishing". Menurut Agus poros maritim yang digagas Presiden Joko Widodo harus mengedepankan potensi laut untuk mengoptimalkan kesejahteraan rakyat. "Di atas laut memang ada pelayaran dan perhubungan yang harus dikembangkan untuk meminimalkan biaya distribusi antarpulau. Namun, di laut sendiri masih ada potensi berupa perikanan, arus, energi yang bisa menjadi kekuatan," tuturnya. Karena itu, Agus sangat mendukung pemikiran Presiden Jokowi mengenai poros maritim. Menurut dia, memang sudah saatnya Indonesia sebagai bangsa maritim kembali menghadap ke laut. "Kita sudah terlalu lama membelakangi laut. Poros maritim merupakan konsep baru untuk kembali menghadap ke laut," ujarnya. Pada pertemuan puncak Forum Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) di Beijing, Tiongkok, Presiden Jokowi menyampaikan konektivitas maritim atau tol laut. Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto mengatakan tol laut merupakan salah satu komponen poros maritim. Selain itu, dalam tiga tahun mendatang juga akan dikembangkan 24 pelabuhan, empat di antaranya pada 2015. Presiden Jokowi juga memaparkan konsep poros maritim yang diusung pemerintahannya dalam pertemuan puncak Asia Timur (East Asia Summit) di Myanmar. "Indonesia akan menjadi Poros Maritim Dunia, kekuatan yang mengarungi dua samudera, sebagai bangsa bahari yang sejahtera dan berwibawa. Agenda pembangunan untuk mewujudkan Poros Maritim Dunia ini memiliki lima pilar utama" kata Presiden di Nay Pyi Taw, Myanmar, Kamis (13/11). Kelima pilar itu adalah pembangunan kembali budaya maritim Indonesia, komitmen untuk menjaga dan mengelola sumber daya laut dengan fokus membangun kedaulatan pangan laut melalui pengembangan industri perikanan dan menempatkan nelayan sebagai pilar utama. Kemudian, komitmen untuk mendorong pengembangan infrastruktur dan konektivitas maritim dengan membangun tol laut, pelabuhan laut dalam, logistik, dan industri perkapalan, serta pariwisata maritim. Lalu, diplomasi maritim yang mengajak semua mitra-mitra Indonesia untuk bekerja sama di bidang kelautan dan kewajiban untuk membangun kekuatan pertahanan maritim sebagai negara yang menjadi titik tumpu dua samudera. (*/WIJ)
Pewarta: Antara TV
Editor: Antara TV
COPYRIGHT © ANTARA 2026
