
Menteri Ekonomi Venezuela Kesampingkan Devaluasi Mata Uang

Caracas, (Antara/AFP) - Menteri ekonomi Venezuela telah mengesampingkan devaluasi mata uang negara itu, ketika negara itu sedang kesulitan karena melonjaknya utang dan inflasi. Menteri Keuangan Marco Rodolfo Torres mengatakan dalam sebuah wawancara televisi pada Minggu "tidak akan ada devaluasi." Sebuah krisis mata uang asing telah menyebabkan kekurangan bahan pokok dan lonjakan inflasi di Venezuela, yang sangat bergantung pada impor. Sejumlah ekonom telah menyerukan devaluasi mata uang bolivardan kontrol nilai tukar yang fleksibel untuk menghidupkan kembali perekonomian yang lesu. Venezuela saat ini memiliki tiga kurs resmi untuk bolivar tetapi telah secara tajam membatasi ketersediaan dolar AS. Karena kekurangan mata uang maskapai penerbangan telah mengurangi atau menangguhkan layanannya ke negara itu dan produsen mobil telah menutup lini perakitannya. Defisit anggaran Venezuela mencapai 15 persen dari produk domestik bruto dan ekonom umumnya menganggap bolivar dinilai terlalu tinggi. Penurunan harga minyak global telah memperburuk tantangan keuangan untuk negara itu, yang memiliki cadangan minyak terbesar di dunia. Ekspor minyak mencapai 96 persen dari pendapatan mata uang keras Venezuela. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
