
Produsen Kendaraan Militer Lokal Tembus Pasar Internasional

Jakarta, (Antara) - Produsen kendaraan militer lokal milik swasta menembus pasar internasional dengan mendapat pesanan dari Malaysia dan Timur Leste, kata CEO Sentra Surya Kencana Eka Suryajaya di Jakarta, Rabu. "Kami akan menunggu apa permintaannya karena bisa customize," kata dia di pameran Indo Defence di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Eka mengemukakan kendaraan militer yang diproduksinya juga pernah diekspor ke Sri Lanka pada 2006. "Sri Lanka memesan lima unit APC (kendaraan angkut pasukan)," kata dia. Kendaraan militer yang diproduksi perusahaannya juga meliputi kendaraan intai, kendaraan taktis yang dipakai saat bertempur, juga kendaraan multiguna berbasis truk yang bisa difungsikan untuk berbagai hal seperti angkutan personil, monil komunikasi dan ambulans. Menurut Eka, butuh waktu bertahun-tahun untuk menguji kualitas kendaraan militer buatannya. "Dari Sri Lanka sampai saat ini tidak ada keluhan," ujar dia. Dia mengatakan pihaknya juga turut mengirimkan kendaraan untuk kebutuhan pertahanan nasional, seperti Kopassus dan pasukan Raider. Produksi kendaraan militer, ujar dia, dibuat sesuai permintaan. Sejak tiga tahun belakangan, pihaknya belum memproduksi satu pun kendaraan militer karena menunggu pesanan dan masih mengembangkan prototipe. "Tahun depan pun belum ada rencana produksi karena belum ada pesanan," ujar dia. Oleh karena itu, dia berharap mendapat kesempatan lebih besar untuk mendukung alat utama sistem senjata (alutsista) di TNI. Indo Defence 2014 Expo & Forum menghadirkan pameran dan forum industri pertahanan, kedirgantaraan dan kelautan terbesar di Indonesia. Acara yang berlangsung pada 5-8 November 2014 di JIExpo Kemayoran Jakarta ini diikuti lebih dari 600 perusahaan dari 47 negara, seperti Amerika Serikat, Jerman, Prancis, Korea Selatan, Britania Raya dan India. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
