
Unggulan Utama Raonic dan Cibulkova Tersingkir di Moskow

Moskow, (Antara/AFP) - Unggulan utama Milos Raonic dan Dominika Cibulkova tersingkir pada putaran kedua turnamen tenis WTA dan ATP Piala Kremlin yang berlangsung di Moskow, Kamis. Pemain dari Kanada Raonic serta Cibulkova dari Slowakia, kalah dalam laga tiga set kepada pemain kualifikasi Ricardas Berankis dan Vitalia Diatchenko. Pemain dari Lithuania, Berankis (24) mengalahkan peringkat sembilan dunia Raonic 6-3, 4-6, 6-3 dalam waktu satu jam 52 menit dan catatannya menjadi 1-1 lawan pemain yang memiliki pukulan servis keras dari Kanada itu. Raonic, yang menikmati "bye" pada putaran pertama, kelihatan amat kecewa dengan kekalahannya itu, sedangkan Berankis, urutan 116 dunia, mematikan servis lawannya dua kali ketika memenangi set pertama dalam waktu 34 menit. Pada set kedua, Raonic juga mematikan servis lawannya dua kali dan memenangi set itu, sehingga kedudukan menjadi 1-1 setelah bertanding dalam total waktu satu jam 16 menit. Tapi pada set penentu, Raonic kehilangan servisnya sedangkan Brankis menambah angka demi angka sampai memastikan diri maju ke putaran delapan besar. "Bagi saya, hal paling sulit datang ke sini karena saya masih merasa belum pulih benar," kata Raonic, "Saya sakit selama 10 hari...sehingga hanya mampu menyiapkan diri dalam beberap hari." "Ini bukan pertandingan yang saya inginkan," kata Raonic, yang masih memiliki peluang untuk maju ke babak Final Tur Dunia ATP di London pada akhir musim. Di bagian putri, juara 2011 Cibulkova bergabung dengan pemain unggulan lain yang meninggalkan lapangan, setelah kalah atas petenis tuan rumah Moskow, Diatchenko, yang maju ke putaran delapan besar dengan kemenangan 4-6, 6-2, 6-2 pada pertemuan pertama mereka. "Ia bermain amat agresif," kata Cibulkova mengomentari lawannya yang yang akan bertanding lawan unggulan keenam Anastasia Pavlyuchenkova, yang mengalahkan pemain dari Amerika Alison Riske 6-2, 6-2. "Saya dapat menahannya pada set pertama, dan memiliki peluang pada set kedua, tetapi ia bermain amat cepat dan saya melakukan beberapa kesalahan. Ia bermain agresif dan saya selalu berada dalam tekanan," kata Cibulkova. (*/sun)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
