Logo Header Antaranews Sumbar

Utusan PBB di Somalia Kecam Serangan Mematikan di Mogadishu

Selasa, 14 Oktober 2014 08:41 WIB
Image Print

PBB, New York, (Antara/Xinhua-OANA) - Utusan PBB Nicholas Kay pada Senin (13/10) mengutuk serangan bom mobil di Ibu Kota Somalia, Mogadishu, yang menewaskan tak kurang dari 15 orang. Ia mengatakan, "Para pelakunya harus diseret ke pengadilan secepatnya." Kay, Wakil Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Somalia, menyebut serangan itu sebagai kejahatan kejam dan tercela terhadap warga sipil, kata Farhan Haq, Wakil Juru Bicara, dalam satu taklimat di Markas PBB, New York. Sedikitnya 15 orang tewas dan 19 orang lagi cedera di satu kafetaria terkenal di Mogadishu pada Ahad malam (12/10), ketika satu mobil yang diisi peledak diledakkan di dekatnya, kata beberapa laporan. Presiden Somalia Hassan Sheik Mohamud mengutuk serangan tersebut di dalam pidato yang disiarkan pada Ahad malam, dan ia menuduh Ash-Shabaa, kelompok fanatik yang memiliki hubungan dengan Al Qaida, sebagai pelaku serangan itu. Kay mengutuk serangan terhadap kafetaria di Mogadishu tersebut, dan menggambarkan pemboman itu sebagai "serangan teror yang mengerikan terhadap warga sipil yang tak berdosa". "Penggunaan taktik membabi-buta semacam itu terhadap rakyat Somalia adalah kejahatan kejam dan tercela," kata Kay, sebagaimana diberitakan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa pagi. "Saya memuji reaksi staf medis dan keamanan Somalia. Para pelakunya harus diseret ke pengadilan secepatnya." Belum ada kelompok yang mengaku bertanggung-jawab atas serangan itu, tapi anggota Ash-Shabaab telah berikrar akan membalaskan kematian pemimpin mereka, Ahmed Abdi Godane --yang tewas pada September dalam satu serangan udara AS. Pekan lalu, pasukan Somalia dan Uni Afrika mendesak gerilyawan Ash-Shabaab ke luar Kota Kecil Pelabuhan strategis, Barawe dan Adale, mekipun tak satu pun petempur ditangkap atau senjata mereka disita. Sementara itu, Koordinator Kemanusiaan PBB untuk Somalia Philippe Lazzarini menyerukan ditingkatkannya operasi bantuan guna menyelamatkan nyawa warga di daerah yang dilanda kemarau dan konflik, kata Haq di dalam satu taklimat di Markas PBB, New York. Haq mengutip pernyataan Lazzrini bahwa masyarakat di bagian selatan, tengah dan timurlaut Somalia telah mengalami dampak paling berat. Banyak di antara mereka sangat memerlukan makanan, air dan perawatan kesehatan. (*/sun)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026