
Militer Lebanon Hadapi Serangan Kaum Fanatik

Beirut, (Antara/Xinhua-OANA) - Militer Lebanon pada Kamis (9/10) menyatakan mereka menghadapi kelompok fanatik yang bersenjata dari wilayah Suriah saat mereka melancarkan serangan terhadap satu pos depan militer di pinggiran Arsal, Kota Kecil di perbatasan timurlaut negeri tersebut. Direktorat Panduan mengatakan di salam satu komunike "anggota kelompok fanatik itu berusaha menyerang pos tersebut setelah lewat tengah malam Rabu. Namun tentara terlibat pertempuran" melawan kaum fanatik, dan memaksa mereka mundur dari daerah itu. "Pos militer di Al-Masyada di pinggiran Arsal juga diserang dari satu tempat penampungan penungsi Suriah yang berdekatan. Militer membalas serangan tersebut, dan berusaha memburu penyerang untuk menangkap mereka dan menyerahkan mereka ke pengadilan," kata Direktorat Panduan itu, sebagaimana dikutip Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat pagi. Mujahidin dari Front An-Nusra, yang memiliki hubungan dengan Al Qaida, dan Negara Islam berkumpul di pinggiran Arsal. Mereka terlibat dalam pertempuran berdarah melawan militer Lebanon pada Agustus dan menyandera sebanyak 28 prajurit serta anggota Pasukan Keamanan Dalam Negeri ketika mereka mundur ke wilayah Suriah setelah lima hari pertempuran sengit. Front An-Nusra belakangan menghukum mati seorang prajurit, sedangkan anggota IS memenggal dua orang lagi serta mengancam akan membunuh yang lain kalau Pemerintah Lebanon gagal memenuhi tuntutan mereka, yang meliputi pembebasan anggota kelompok fanatik yang dikurung di penjara Lebanon. (*/sun)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
