Logo Header Antaranews Sumbar

Anggota Parlemen Inggris Pungut Suara Soal Pengakuan Palestina

Jumat, 10 Oktober 2014 06:50 WIB
Image Print

London, (Antara/AFP) - Anggota parlemen Inggris pada Senin dijadwalkan mengikuti pemungutan suara tak mengikat tentang pengakuan atas negara Palestina, yang diawasi dengan ketat di kawasan itu terkait adanya tanda pergeseran sikap. Pemungutan suara itu berupa pernyataan yang diajukan Grahame Morris, anggota parlemen dari oposisi, partai Buruh. "Jika berhasil, suara itu akan menjadi tekanan besar atas pemerintah saat ini dan berikutnya, yang kemungkinan dipegang pemerintah Buruh, untuk mengakui Palestina sebagai negara," kata Morris dalam surat elektronika. "Pengakuan Inggris atas Palestina dapat memberikan saat menentukan untuk kian banyak negara Eropa Bersatu mengikutinya," katanya. "Pengakuan sekarang akan menjadi pesan jelas dan sah bahwa Inggris dan lain-lain mengakui hak Palestina dan bahwa pemukiman tidak sah tidak memiliki keabsahan," katanya. Langkah itu dilakukan setelah perdana menteri baru terpilih Swedia Stefan Loefven pada awal bulan ini mengumumkan niatnya mengakui negara Palestina, yang memicu kemarahan di Israel. Kelompok anggota parlemen Buruh itu menyatakan akan mendapat dukungan dari partainya serta sejumlah anggota parlemen dari partai berkuasa, Konservatif. Hitungan AFP menunjukkan 112 negara sudah mengakui negara Palestina. Inggris pada 2012 abstain dalam pemungutan suara di Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang pemberian kedudukan negara pengamat kepada Palestina, yang diberikan meski ditentang Amerika Serikat, Israel dan beberapa negara lain. Ketua Uni Antar-Parlemen Arab (AIPU) Marzouq Al-Ghanim memuji rencana pemerintah Swedia mengakui negara Palestina. "Langkah Swedia itu merupakan upaya penting untuk mengakhiri ketidakseimbangan di antara yang seharusnya menjadi mitra dalam perdamaian dan pendukung penyelesaian dua-negara," kata Al-Ghanim, ketua Majelis Nasional Kuwait, dalam pernyataan pers pada Sabtu. Ia menyatakan keberhasilan upaya politik mensyaratkan ada dua pihak dengan kedudukan relatif sama. Al-Ghanim menyatakan harapan bahwa negara lain Eropa mengikuti langkah Swedia dan mengakui negara Palestina untuk membantu mengakhiri kemelut Timur Tengah, yang berdasarkan atas penyelesaian dua-negara. Sikap Swedia mengakui negara Palestina adalah keputusan berani, kata perunding kawakan Palestina Saeb Erakat pada Jumat, yang menyeru negara lain Eropa Bersatu mengikutinya. (*/sun)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026