
Mari Pangestu Paparkan Empat Capaian Besar

Jakarta, (Antara) - Mari Elka Pangestu memaparkan empat capaian selama 3,5 tahun menjabat sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) kepada media dan mitra-mitranya menjelang purnatugas. "Di samping pentingnya kontribusi ekonomi pariwisata, ada beberapa capaian penting lain yang diharapkan dapat menjadi basis untuk mengembangkan pariwisata ke depan," kata Menparekraf Mari Elka Pangestu di Jakarta, Senin. Ia menjelaskan empat capaian penting itu adalah dari sisi kelembagaan ada legalisasi koordinasi antara kementerian dan lembaga melalui Perpres Nomor 64 Tahun 2014 tentang Koordinasi Strategis Lintas Sektor Penyelenggaraan Kepariwisataan (diketuai Wakil Presiden, dengan melibatkan 12 kementerian dan dua lembaga negara). Selain itu juga ada PP 52 2012 tentang Sertifikasi Kompetensi dan Sertifikasi Usaha bidang Pariwisata dan Permen Standar Usaha untuk 24 standar usaha pariwisata (dari 56 jenis usaha yang harus ada standarnya). Ada juga Permen Nomor 2 /2014 tentang Penyelengaraan Usaha Pariwisata Syariah (sertifikasi oleh Dewan Syariah Nasional) dan ditunjuk 17 Lembaga Sertifikasi Usaha (LSU) bidang Pariwisata. "Capaian kedua adalah minat khusus yang di dalamanya ada rencana aksi dan dampak yang sudah dirasakan," katanya. Untuk kuliner dengan 30 IKTI (ikon kuliner tradisional Indonesia), kesehatan dan spa (9 spa unggulan berbasis tradisional dari 9 daerah Indonesia), MICE (meningkatnya jumlah MICE nasional dan internasional), olah raga terdiri dari bersepeda, antara lain Tour De Singkarak (TDS), golf dan yacht (banyaknya sail) dan kapal pesiar (kenaikan dua kali lipat antara 2011-2014 dari 110.000 menjadi 220.000). Sedangkan capaian ketiga dari sisi pemasaran, yakni program "branding" Wonderful Indonesia dan meningkatnya pencitraan Indonesia dan strategi promosi secara intensif untuk pasar Tiongkok. Capaian keempat adalah adanya kemajuan perencanaan dan pembentukan "destination management organization" (DMO) di 16 KSPN dan master plan serta inisiatif (quick wins) di enam kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN), yakni Sanur, Kuta-Nusa Dua, Labuan Bajo, Bromo, Toraja, dan Kepulauan Seribu. "Untuk tim master plan dan inisiatif di enam KSPN melibatkan pemda, masyarakat dan komunitas, serta tim yang terdiri dari akademisi, arsitek, perancang, dan ahli pariwisata," katanya. Ke depan ia berharap penerusnya akan menggunakan basis pengembangan kemajuan pariwisata itu dalam menyusun program-programnya. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
