Logo Header Antaranews Sumbar

Industri Pulp dan Kertas Kekurangan Tenaga Ahli

Jumat, 26 September 2014 15:47 WIB
Image Print

Jakarta, (Antara) - Kebutuhan tenaga ahli di industri pulp dan kertas nasional dinilai sangat besar namun hingga kini belum terpenuhi seluruhnya. Direktur Akademi Teknologi Pulp dan Kertas (ATPK) Soeprapto di Jakarta, Jumat mengatakan, dengan kebutuhan sekitar 400 orang per tahun diharapkan industri ini dapat menarik minat publik untuk menjadi tenaga kerja profesional di sektor pulp dan kertas. "Oleh karena itu industri pulp dan kerta siap menampung lulusan tenaga-tenaga ahli di industri ini," katanya. Menurut dia, Indonesia memiliki peluang untuk mengembangkan sektor tersebut dengan menarik investor guna mengembangkan Pusat Pelatihan Pulp dan Kertas. Ia menyatakan, sebagai salah satu produk ekspor unggulan, pulp dan kertas harus didukung oleh pemerintah agar tetap dapat menjadi pemain global di kancah kompetisi internasional. "Sektor ini mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, sehingga mampu menjawab masalah pengurangan jumlah pengangguran di Indonesia," katanya. Hal itu, tambahnya, sejalan dengan program pemerintah baru yang akan meningkatkan peluang kerja dan menekan angka pengangguran. "Saya yakin sektor industri pulp dan kertas masih memiliki prospek yang bagus. ATPK siap untuk menjebolkan tenaga-tenaga ahli di industri ini," katanya. Sebelumnya saat mewisuda sarjana ATPK ke XV di Bandung, Kamis (25/9) Soeprapto mengatakan, saat ini lembaganya sudah menghasilkan 60 orang lulusan per tahun. Untuk meningkatkan ketersediaan jumlah tenaga ahli di industri pulp dan kertas, pihaknya berharap ada investor yang mau mengembangkan Pusat Pelatihan tenaga ahli ini untuk memenuhi kebutuhan industri. "Kami juga berharap perusahaan Pulp dan Kertas untuk menambah jumlah penerima beasiswa agar dapat memenuhi kebutuhan industri dalam negeri," ujarnya. Sementara itu Presiden Direktur PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) menyambut baik adanya pelatihan tenaga-tenaga ahli industri pulp dan kertas di ATPK. "Sampai saat ini kami sudah memberikan beasiswa kepada 102 mahasiswa yang sebagian besar telah bekerja di perusahaan," katanya. Menurut dia, lulusan tenaga ahli dari ATPK telah menunjukkan prestasi bagus dan sangat mendukung kinerja perusahaan. Kusnan menjelaskan, sebagai pemain global di industri pulp dan kertas, ketersediaan tenaga ahli merupakan suatu keharusan. Melalui Pusat Pelatihan di ATPK, perusahaan memperoleh kemudahan untuk mendapatkan tenaga ahli yang akan mendukung ekspansi perusahaan ke Asia, Pasifik , Australia dan Tiongkok. Ia menyatakan, perusahaan akan terus mengirimkan penerima beasiswa untuk dilatih di ATPK guna memenuhi kebutuhan tenaga ahli. "Tahun ini saja kami sudah mengirim 20 mahasiswa," tambah Kusnan. Ketua Umum Asosiasi Pulp dan kertas Indonesia (APKI) Misbahul Huda menyatakan, industri pulp dan kertas nasional sedang menghadapi persaingan yang sangat ketat. Ia mencontohkan, tahun depan industri harus menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dan Free Trade Agreement (FTA). Hal itu tidak mudah karena Indonesia masih mengalami defisit neraca berjalan. "Sebagai pemain global, lulusan ATPK akan mudah mendapatkan tempat untuk mengembangkan karir di industri Pulp dan Kertas. Apalagi Indonesia masuk peringkat 9 dunia untuk industri pulp maupun kertas," katanhya. Menurutnya, Indonesia memiliki keunggulan komparatif dibanding negara penghasil kertas lainnya, diantaranya Indonesia dapat 3-4 kali lebih cepat memanen pohon dan lokasinya yang lebih dekat dengan Asia Tengah. "Indonesia akan menjadi negara baru yang bergabung dengan BRICS. Skala ekonomi Indonesia juga sudah terbesar di ASEAN. Kita tidak perlu takut MEA karena 51 persen pasar sudah di Indonesia," katanya. (*/WIJ)



Pewarta:
Editor: Antara TV
COPYRIGHT © ANTARA 2026