Logo Header Antaranews Sumbar

Para Pengungsi Suriah Tolak Turun di Pelabuhan Siprus

Jumat, 26 September 2014 13:06 WIB
Image Print

Limassol, Siprus, (Antara/AFP) - Hampir 300 pengungsi sebagian besar warga Suriah yang diselamatkan oleh satu kapal persiar Jumat menolak diturunkan di pelabuhan Limassol, Siprus, menuntut mereka dibawa ke Italia, kata pihak perusahaan kapal itu. Sejumlah 345 migran, sebagian besar wanita dan anak-anak diselamatkan dari satu kapal yang mengalami musibah di lepas pantai Siprus, Kamis oleh kapal Salamis Cruiser Lines, kata perusahaan kapal itu dan pihak berwenang Siprus. Sekitar 700 penumpang yang membayar turun dari kapal pesiar itu, kata polisi, tetapi hanya 65 dari mereka yang diselamatkan meninggalkan kapal itu. Yang lain menolak mengalah, kata perusahaan pelayaran itu. "Kami berharap akan berlayar pada pukul 10.30 waktu setempat malam ini (04.30 Jumat WIB), sayangnya mereka itu ingin berunding," kata Kikis Vassiliou direktur pelaksana dan perusahaan pelayaran Salamis Cruise Line (SCL) kepada wartawan. " Mereka menginginkan kami mengirim mereka ke Italia." "Kami telah melakukan segala usaha kami untuk menyelamatkan nyawa mereka, memberi mereka makan, membantu dan kini mereka ingin merusak perusahaan ini" tambahnya, menyatakan kami rugi ratusan ribu dolar AS."Tidak ada orang yang bertanggung jawab dan menjelaskan situasi," katanya. Pada pukul 04.00 waktu setempat Jumat perudingan masih berlanjut, dengan para dokter, perawat-perawat, petugas pertahan sipil dan Palang Merah mengurus mereka. Sejumlah 65 pengungsi yang ingin meninggalkan kapal itu diangkut dengan bus ke kamp Kokkinotrimithia tidak jauh dari Nikosia. Sementara itu 300 penumpang Rusia kapal pesiar itu, yang menurut rencana akan melanjutkan perjalanan mereka di Haifa, Israel, membatalkan lawatan mereka dan ditempatkan di hotel-hotel Limmasol. Sebelumnya, kementerian pertahanan mengatakan operasi penyelamatan telah "selesai dilakukan dengan lancar dan tanpa ada yang cedera". Para pekerja bantuan mengatakan delapan dari mereka yang diselamatkan menderita cedera akibat dehidrasi, sementara yang lainnya mengalami masalah-masalah ringan. Seorang penumpang mengatakan seorang pengungsi mengemukakan kepadanya mereka berlayar dari Suriah dan berada di laut selama tiga hari dan nakhoda mereka meninggalkan mereka. "Kapten kapal mereka menelpon dan satu kapal cepat datang dan membawa kapten itu," kata Chrystalla Eflatsoumis, 66 tahun. Diantara para pengungsi itu "banyak wanita hamil dan 20 bayi," tambah wanita itu. Kapal pesiar itu menjawab sinyal bahaya dari satu kapal pukat yang berlayar sekitar 50 mil laut di lepas pantai Siprus akibat kondisi cuaca buruk, kata kementerian pertahanan Siprus. Kapal pukat harimau itu mengirim sinyal pada pukul 06.25 waktu setempat (10.25 WIB) ketika berada di barat daya daerah turis Paphos, kata pemerintah. Kapal itu dalam perjalanan dari pulau Syros Yunani ke Limasssol ketika menerima telepon untuk membantu dalam operasi pertolongan. Kementerian pertahanan pertama mengatakan sekitar 300 orang , sebagian besar wanita dan anak-anak , berada di kapal pukat harimau itu dan perlu ditolong karena cuaca buruk di daerah itu". "Kapal pukat harimau itu mungkin datang dari Suriah mengangkut para pengungsi sipil," kata satu pernyataan, trtapi tidak ada kabar mngenai pelabuhaan yang dituju kapal pukat harimau itu atau kapan mulai berangkat. Siprus terletak sekitar 100km dari pantai Suriah. Pada Agustus 2012, tujuh warga Suriah termasuk dua anak-anak , tenggelam ketika kapal mereka yang sedang berlayar menuju Siprus tenggelam di lepas pantai utara pulau itu. Kawasan Mediterinea dilanda kecelakaan-kecelakaan kapal dalam bulan-bulan belakangan ini melibatan para migran yang berusaha mencapai Eropa dari Afrika dan Timur Tegah. Komisaris Tinggi PBB urusan Pengungsi mengatakan lebih dari 2.500 orang tenggelam atau hilang di laut itu tahun ini saat sedang berusaha melintas laut tengah itu. Dalam salah satu dari kecelakaan paling buruk, satu kapal yang embawa sekitar 500 migran, termasuk warga Suriah, Palestina dan Mesir, dengan sengaja ditenggelamkan oleh para pedagang di lepas pantai Malta awal bulan ini, hanya 10 orang yang selamat. (*/sun)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026