Logo Header Antaranews Sumbar

Pemerintah Filipina Berikrar akan Kejar Gerilyawan Abu Sayyaf

Jumat, 26 September 2014 13:00 WIB
Image Print

Manila, (Antara/Xinhua-0ANA) - Pemerintah Filipina Kamis berjanji akan meningkatkan operasi militer di selatan negara itu yang bergolak setelah gerilyawan Abu Sayyaf mengancam akan membunuh salah satu dari dua sandera Jerman. Menteri Pertahanan Voltaire Gazmin mengatakan, militer telah mengerahkan pasukan tambahan di Provinsi Sulu, yang dikenal sebagai kubu pemberontak pasukan Front Pembebasan Nasional Moro (MNLF). "Apakah (kelompok) Abu Sayyaf melakukan melakukan propaganda untuk memaksa pemerintah menyerah pada tuntutan mereka. Kami tidak akan terintimidasi oleh gerakan dan tindakan mereka. Kami akan terus mengatasi mereka," katanya, menegaskan bahwa pasangan Jerman tersebut ditahan oleh kelompok mereka. Menteri mengatakan, pemerintah tidak akan berunding dengan militan Abu Sayyaf meskipun ia mengakui bahwa pihaknya berunding dengan kelompok dan "pihak lain" dan sedang berlangsung. Kelompok ini menuntut uang tebusan sebesar 250 juta peso (5,61 juta dolar) dalam pertukaran untuk kebebasan Stephan Viktor Okonek, 71, dan istrinya, Herike diesen, 55. Mereka diculik pada April sementara berada di pulau lepas pantai provinsi barat Palawan. Gerilyawan Abu Sayyaf juga meminta pemerintah Jerman untuk berhenti mendukung kampanye AS yang sedang berlangsung terhadap "saudara-saudara Muslim kami di Irak dan Levant, dan Mujahidin Negara Islam (IS) pada khususnya." Abu Sayyaf, satu kelompok sekitar 300 sampai 400 orang terkenal karena kegiatan penculikan, pemenggalan dan pemboman mereka, menetapkan batas waktu 10 Oktober untuk memenuhi tuntutan mereka. (*/sun)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026