Logo Header Antaranews Sumbar

Kelompok Pemberontak Dukungan AS Kecam Serangan di Suriah

Rabu, 24 September 2014 13:15 WIB
Image Print

Beirut, (Antara/AFP) - Satu kelompok pemberontak Suriah yang kabarnya menerima senjata-senjata dari Amerika Serikat mengecam serangan-serangan udara Selasa oleh koalisi pimpinan AS terhadap para petempur garis keras di negara itu. Gerakan Hazm, dalam satu pernyataan yang dimuat di akun Twitter mereka, mengatakan serangan-serangan itu akan mengganggu oposisi bersenjata dan menguntungkan pemerintah Presiden Bashar al-Assad. Mereka menyebut serangan-serangan itu sebagai "satu serangan terhadap kedaulatan nasional yang merusak revolusi Suriah". "Satu-satunya yang untung dari campurtangan asing ini di Suriah adalah pemerintah Bashar, terutama dengan tidak adanya strategi nyata untuk menggulingkannya," kata kelompok itu. Pernyataan itu dibuat setelah satu koalisi pimpinan AS berkumpul untuk memerangi kelompok garis keras dengan melakukan serangan-serangan udara pada posisi-posisi kelompok gerilyawan ISIS yang kini berganti nama IS (Islamic State) dan Al Qaida. Itu adalah serangan pertama koalisi di wilayah Suriah, dan menghantam posisi-posisi di Suriah utara dan timur menewaskan setidaknya 120 gerilyawan, dan delapan warga sipil, kata satu kelompok pemantau. Gerakan Hazm adalah termasuk di antara sejumlah kecil dari kelompok-kelompok pemberontak yang kabarnya menerima senjata-senjata dari AS awal tahun ini, dan termasuk diantara mereka yang dikatakan Menlu AS John Kerry pekan lalu mungkin akan menerima senjata-senjata AS dan pelatihan dalam beberapa bulan ke depan. Pada April, para pejabat pemberontak mengemukakan kepada AFP bahwa kelompok itu telah menerima 20 rudal anti tank TOW dari satu "negara Barat". Dan pekan lalu, Kerry menyebutnya sebagai salah satu dari beberapa kelompok yang mungkin menerima senjata AS dan pelatihan berdasarkan satu rencana baru untuk mempersenjatai pemberontak untuk memerangi kelompok ISIS. Oposisi Suriah Koalisi Nasional, satu kelompok penting politik, menyambut baik serangan-serangan pimpinan AS Selasa itu, tetapi juga mendesak masyarakat internasional terus menekan Bashar. Lebih dari 180.000 orang tewas di Suriah sejak konflik itu meletus Maret 2011. (*/sun)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026