Logo Header Antaranews Sumbar

AS Dan Sekutu Arab Serang Militan IS di Suriah

Rabu, 24 September 2014 06:47 WIB
Image Print

Damaskus, (Antara/AFP) - Amerika Serikat dan para sekutunya dari negara-negara Arab menyerang para militan di Suriah dengan menggunakan peluru-peluru kendali dan bom Selasa, membuka satu fron baru dalam peperangan melawan kelompok Negara Islam (IS). Puluhan anggota IS dan Al Qaida dilaporkan tewas dalam serangan-serangan tersebut, yang Washington katakan telah menyasar sebagian militan yang merencanakan operasi terhadap Barat. Bahrain, Jordania, Qatar, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab berperan serta dalam operasi itu yang melibatkan jet-jet tempur, pembom dan tak tak berawak, rudal Tomahawk dari kapal-kapal perang AS. Presiden Barack Obama, yang sudah melancarkan serangan-serangan terhadap para militan IS di Iraq, tetangga Suriah, mengatakan "kekuatan koalisi ini menjelaskan kepada dunia bahwa serangan ini bukan pertempuran Amerika sendiri. "Harus jelas kepada siapapun yang berencana menyerang Amerika dan berusaha melukai warga Amerika yang kami tidak akan biarkan sarang-sarang aman bagi teroris yang mengancam rakyat kami," tambah dia. Pentagon melukiskan serangan-serangan tersebut "sangat sukses". Dikatakannya peluru-peluru kendali dan bom mengenai sasaran termasuk posisi IS, tempat-tempat latihan, pusat-pusat komando dan kendaraan yang dilengkapi senjata di benteng kelompok militan Raqa dan dekat perbatasan dengan Irak. Serangan-serangan tersebut menandai titik balik dalam perang melawan IS, yang telah menguasai sejumlah kawasan Suriah dan Irak dan menyatakan "kekhalifahan" Islam. Turki, anggota NATO, yang merupakan tetangga Suriah, sejauh ini masih belum terlihat dukungannya tetapi Menteri Luar Negeri John Kerry mengatakan Ankara telah berjanji akan bergabung dengan koalisi itu. "Turki banyak berperan serta dalam koalisi ini, dan Turki akan terlibat di garis depan dalam usaha ini," kata Kerry setelah bertemu para pejabat Turki di New York. Berbicara di televisi nasional, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan sumbangan Ankara akan terdiri atas "dukungan militer dan politik". Washington enggan melakukan campur tangan dalam perang sauadara di Suriah, tetapi tergerak bertindak akibat kelompok-kelompok militan itu merebut lebih banyak kawasan dan melakukan kejahatan termasuk pemenggalan kepala tiga sandera Barat. Amerika Serikat menyatakan pihaknya tidak meminta izin Suriah untuk melancarkan serangan-serangan tersebut atau memberikan pemberitahuan "di level militer". Walaupun Presiden Bashar al-Assad mengatakan Damaskus mendukung usaha internasional "untuk memerangi terorisme". (*/sun)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026