Logo Header Antaranews Sumbar

Wamentan: Persediaan Hewan Kurban Cukupi Kebutuhan

Sabtu, 20 September 2014 13:54 WIB
Image Print

Banyumas, (Antara) - Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan mengatakan persediaan hewan kurban secara nasional memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Idul Adha. "Inikan merupakan suatu siklus tahunan, karena peternak sudah mengantisipasi, pasti permintaanya akan tinggi menjelang Hari Raya Idul Adha," katanya di Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu. Rusman mengatakan hal itu kepada wartawan di sela acara puncak Bulan Bakti Peternakan Tahun 2014 yang dipusatkan di "Rearing Farm" Manggala, Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BBPTU-HPT) Baturraden di Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok, Banyumas. Oleh karena itu, kata dia, kebutuhan hewan kurban merupakan suatu siklus tahunan sehingga kemungkinan terjadinya kekurangan tidak mungkin terjadi. "Kalau harganya naik, ya memang permintaan sapi tinggi sekarang ini dan sapinya juga pilihan karena untuk kurban tidak bisa sembarang sapi untuk sekadar daging," katanya. Dalam hal ini, kata dia, sapi tersebut harus memenuhi syarat-syarat hewan kurban. Dengan demikian, lanjut dia, tidak ada masalah terkait ketersediaan hewan kurban menjelang Idul Adha. "Kenapa tidak ada masalah, karena baik peternak kecil maupun besar sudah mengantisipasi. Jadi kalau sapi kurang sebelum hari raya, itu karena mereka (peternak, red.) menahan sapi," katanya. Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Syukur Iwantoro memperkirakan kebutuhan hewan kurban naik sekitar 10-15 persen daripada 2013. Menurut dia, kenaikan tersebut disebabkan meningkatnya pendapatan masyarakat. "Tetapi stok dalam negeri cukup," katanya. Ia mengatakan kebutuhan hewan kurban tidak bisa dipenuhi melalui impor karena sapi-sapi impor biasanya cacat seperti telinganya sobek sehingga tidak boleh untuk berkurban. Oleh karena itu, kata dia, kebutuhan hewan kurban dari tahun ke tahun selalu dipasok dari dalam negeri dan tidak pernah kekurangan. Terkait dengan permintaan hewan kurban pada 2013, dia mencontohkan wilayah Jabodetabek karena paling banyak kebutuhannya, yakni sapi sebanyak 28.259 ekor, kerbau 737 ekor, kambing 78.970 ekor, dan domba 28.861 ekor. Berdasarkan laporan dari 15 provinsi termasuk DKI Jakarta, kata dia, permintaan hewan kurban pada 2013 mencapai 149.335 ekor sapi, 3.496 ekor kerbau, 180.291 ekor kambing, dan 61.321 ekor domba. "Tahun kemarin, dengan jumlah yang dipotong seperti itu, kita masih kelebihan," katanya. Syukur mengatakan berdasarkan data hingga Desember 2013, jumlah populasi sapi potong di Indonesia sekitar 14 juta ekor. "Kalau kita jumlahkan sapi potong, sapi perah, dan kerbau ada sekitar 16 juta ekor," katanya. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026