
Airlangga Siap Hadapi Rivalitas pada Munas Golkar

Jakarta, (Antara) - Calon Ketua Umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa dirinya siap memenangkan rivalitas pada Munas Partai Golkar 2015. Airlangga dalam pernyataan yang disampaikan pada Sabtu, juga menyatakan siap memimpin serta melakukan perbaikan-perbaikan untuk pencapaian kembali kejayaan Partai Golkar. Pernyataan Airlangga itu disampaikannya menyikapi tantangan Ketua DPD Partai Golkar DI Yogyakarta Gandung Parjiman, yang meminta Airlangga menyatakan siap membesarkan Partai Golkar seperti masa jayanya jika ingin maju sebagai calon ketua umum Golkar. "Kalau Mas Airlangga memang mau maju sebagai ketua umum (Golkar), maka harus menyatakan diri siap," kata Gandung dalam pidato sambutan sebagai Ketua DPD I Partai Golkar DI Yogyakarta pada acara Silaturahim dengan Airlangga Hartarto bersama DPD Golkar Jawa Tengah dan Yogyakarta di Semarang, Jumat (19/9) malam. Menanggapi tantangan tersebut, Airlangga langsung menyatakan siap. "Saya Airlangga Hartarto, siap memenangkan Munas Golkar dan berupaya meraih kembali kejayaan Golkar bersama seluruh kader Golkar dimana pun," kata Airlangga disambut gemuruh tepuk tangan seluruh hadirin. Sementara itu, Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Golkar Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta memberikan sinyal kuat mendukung calon ketua umum Golkar pengganti Aburizal Bakrie (ARB) itu. Sinyal itu ditujukan kepada Airlangga Hartarto yang dianggap figur potensial partai berlambang pohon beringin. Ketua DPD Partai Golkar Jateng, Wisnu Sudardono mengatakan, Airlangga merupakan figur baru yang sepak terjangnya tak diragukan di kancah DPP. Di DPR, ia menjadi ketua Komisi VI DPR RI. "Beliau termasuk generasi muda di Golkar. Saya selaku Ketua Golkar Jateng memberi ruang kepada semua calon yang merupakan generasi penyangga," ucap Wisnu. Sedangkan Gandung Pardiman menambahkan, pihaknya menilai positif visi-misi Airlangga menjadi calon ketum menggantikan ARB lima tahun ke depan. "Kami cari sosok pemimpin Golkar yang bisa menjawab tantangan ke depan. Pak Airlangga cocok dengan itu," kata dia. Golkar harus dikelola oleh orang yang bersungguh-sungguh mengabdi. "Pak Airlangga mampu untuk itu," kata dia. Progresif Menurut Airlangga, pasca pemilu legislatif dan Pilpres 2014, dinamika politik nasional kian ramai. Kenyataan ini merupakan tantangan bagi Partai Golkar ke depan. Karena itu, kata Airlangga, Golkar ke depan harus lebih kuat, progresif dan aspiratif. "Jika dipercaya memimpin Partai Golkar periode yang akan datang, saya berniat membangun partai ini untuk menjadi partai yang lebih kuat, progresif, aspiratif melalui doktrin Karya Siaga Gatra Praja dan menjadikan Golkar sebagai partai mitra rakyat," kata Airlangga di hadapan 200 kader Golkar Jateng dan Yogyakarta, para pimpinan DPD Golkar, bupati dan anggota DPR dari dapil Jateng dan Golkar serta kader Kosgoro 1957 yang datang dari Jakarta dan Jateng. Airlangga mengatakan, melihat kondisi tantangan Golkar ke depan, di mana akan diselenggarakannya pemilu serentak dan kondisi Golkar yang masih dibebani hasil capaian pemilu yang tidak sesuai harapan, dirinya ingin Golkar naik kelas kembali. Golkar harus menjadi bagian dari masyarakat, harus menjadi rumah aspirasi masyarakat. Berbagai keluhan dan aspirasi masyarakat tentang persoalan kemasyarakatan, kebangsaan dan negara disalurkan melalui Partai Golkar. Airlangga ingin mendorong Partai Golkar menjadi partai yang kuat mengakar seperti pohon beringin yang daunnya rimbun sehingga tidak mudah ditembus matahari, tapi di sana rakyat bisa berlindung. Sehingga Partai Golkar bisa menjadi etalase politik. "Partai Golkar adalah parpol yang membangun. Golkar itu menempatkan masyarakat sejajar dengan kita. Golkar membangun idealisme dan nilai-nilai bukan karena hal yang bersifat pragmatis. Nilai-nilai inilah yang ingin kami bawa dalam memimpin Golkar," katanya. Nilai-nilai ini pula yang diterima oleh masyarakat di Indonesia. "Ini menjadi tantangan bagi Partai Golkar karena dibanding partai yang lain kita lebih besar," kata Airlangga. Partai Golkar juga sudah membuat peta pembangunan Indonesia hingga tahun 2045. Artinya, jarak pikir Partai Golkar sudah cukup jauh melampaui pemikiran partai lain. "Partai Golkar sudah menghasilkan keputusan strategi membuat rencana pembangunan Indonesia tahun 2045. Untuk itu Partai Golkar harus memiliki peran yang lebih di tengah masyarakat," kata Airlangga. Airlangga juga menyoroti praktik demokrasi di Indonesia yang sudah liberal. Sementara, budaya Bangsa Indonesia adalah budaya yang menjunjung nilai-nilai gotong-royong dan musyawarah. "Banyak negara tidak maju-maju karena politik mereka liberal, demokrasi mereka liberal. Ini jelas salah kaprah, karena Amerika yang sering mempromosikan demokrasi pun, demokrasi mereka tidak liberal," kata Airlangga. Airlangga mengatakan, kekuatan yang ingin dibawanya dalam maju sebagai kandidat ketua umum adalah "Joglo Semar" untuk membawa Golkar ke depan. "Joglo Semar" merupakan kantong suara di Jateng dan DIY yang menjadi incarannya. "Jadi, wilayah Yogya, Solo dan Semarang adalah puncaknya Indonesia. Semua bercampur dari segi budaya dan sosial ada di sini. Maka saya akan memulai dari Jateng-DIY," kata dia. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
