Jenazah Mendiang Raja Kamboja Sihanouk Diterbangkan ke Tanah Air

id Jenazah Mendiang Raja Kamboja Sihanouk Diterbangkan ke Tanah Air

Jenazah Mendiang Raja Kamboja Sihanouk Diterbangkan ke Tanah Air

Raja Sihanouk

Beijing, (ANTARA/AFP) - Jenasah mantan Raja Kamboja Norodom Sihanouk dibawa ke bandara Beijing pada Rabu dan akan diterbangkan kembali ke tanah airnya dengan sambutan hangat dan tangis. Satu konvoi sekitar 20 kendaraan berangkat dari Rumah Sakit Beijing, di mana Sihanouk meninggal karena serangan jantung pada Senin, termasuk satu bus dihiasi dengan pita kuning dan bunga di mana peti mati bisa dilihat, kata wartawan AFP yang menyaksikan. Televisi pemerintah China menunjukkan konvoi mencapai bandara Beijing setelah melintasi jalan raya yang biasanya sibuk namun diamankan untuk memungkinkan berlalunya iringan. Satu penerbangan berisikan peti mati Sihanouk meninggalkan bandara sebelum tengah hari waktu Beijing, kata seorang juru bicara kedutaan Kamboja di Beijing kepada AFP. Pihak berwenang di Kamboja mengatakan, mereka perkirakan 100.000 orang akan berbaris di sepanjang jalan-jalan ibu kota Phnom Penh untuk menghormati Sihanouk, yang adalah tokoh paling dihormatidi tanah airnya. Kerumunan pelayat sudah mulai berkumpul di satu taman di luar istana kerajaan untuk menyambut kedatangan jenazah sang raja yang masyarakat Kamboja kenali sebagai "Raja-Bapa". "Saya berharap untuk melihat jenazah raja, saya ingin melihat wajahnya untuk terakhir kalinya," kata Mean Pichavisa, 16 tahun, saat ia duduk di luar istana menggunting pita-pita hitam untuk teman-teman sekolahnya yang dikenakan sebagai pin ke kemeja putih mereka sebagai simbol tradisional berkabung. Anak muda, yang mencukur rambut kepalanya untuk menghormati jenazah Sihanouk yang lewat, mengatakan kepulangan raja akan menjadi saat yang "bersejarah". "Saya akan mengingat hari ini sampai saya mati," katanya kepada AFP, seperti halnya beberapa biarawati berjubah putih mengucapkan hal yang sama di sampingnya. Komentarnya mencerminkan banyak rakyat Kamboja menyintai rajanya sebagai seorang pemimpin dermawan, meskipun ada kontroversi termasuk penumpasan keras Sihanouk kepada para pengecamnya. Sihanouk, yang membawa negaranya melewati beberapa dekade gejolak perang, genosida dan akhirnya damai, meninggal pada usia 89 tahun. Jenazahnya akan dibaringkan di istana kerajaan di Phnom Penh selama tiga bulan sebelum acara penguburan, menurut pemerintah. Sihanouk, yang dekat dengan pemimpin China Mao Zedong dan pemimpin revolusioner Zhou Enlai, melarikan diri ke China di tengah kekacauan yang sering mencengkeram negaranya dan menghabiskan banyak waktu di negara itu pada saat kesehatannya menurun. Mantan raja, yang telah berjuang melawan penyakit termasuk kanker, diabetes dan gangguan jantung dalam beberapa tahun berikutnya, tetap menjadi pendukung setia China. Dia menganggap China sebagai "rumah kedua" dan menghabiskan sebagian besar waktunya di dalam negara itu, disertai dengan Monique istri setia keenamnya. Putranya, raja Kamboja saat ini Norodom Sihamoni dan Perdana Menteri Hun Sen telah tiba di Beijing untuk membawa pulang jenazah sang ayah. Dai Bingguo, pejabat China pada hubungan luar negeri, akan menemani peti mati kembali ke Kamboja, kata pernyataan kementerian luar negeri China. Media resmi China mempublikasikan foto-foto yang menunjukkan bendera-bendera di Lapangan Tiananmen telah diturunkan menjadi setengah tiang untuk menghormati Sihanouk. (*/sun)

Pewarta :
Editor: Antara Sumbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.