Logo Header Antaranews Sumbar

Rusia Usulkan DK PBB Bahas Serangan Teror di Timur Tengah

Selasa, 16 September 2014 06:35 WIB
Image Print

Paris, (Antara/ITAR-TASS/IRNA-OANA) - Rusia mengajukan usulan untuk memulai pembahasan masalah kompleks memerangi terorisme di Timur Tengah dan Afrika Utara di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa, kata Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov di sela-sela konferensi internasional mengenai Irak, Senin. "Kami menyerukan sejak awal di Dewan Keamanan PBB mengenai analisis rinci dan mendalam atas situasi. "Banyak rekan-rekan saya, termasuk dari negara-negara Arab, juga mengatakan masalah terorisme harus dipertimbangkan secara komprehensif, dengan mempertimbangkan semua faktor yang mempengaruhi tanpa kecuali kejengkelan, termasuk arus keuangan dan senjata," kata Lavrov. Sementara itu di Teheran, Presiden Dewan Hubungan Luar Negeri Amerika Serikat, Richard N. Haass, Ahad mengatakan AS membutuhkan dukungan Iran dan Rusia untuk mengalahkan kelompok teroris Daesh, yang juga disebut Negara Islam (IS) dan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Dia mengatakan dalam satu wawancara yang muncul di situs dewan, bahwa pemerintah Obama membutuhkan dukungan Iran, Rusia dan pemerintah Suriah untuk mengalahkan kelompok Daesh itu. "Untuk mengalahkan Daesh, kita tidak hanya membutuhkan dukungan dari negara-negara Arab, tetapi dukungan yang dibuat oleh Iran dan Rusia." Ini mungkin diperlukan untuk mencapai kesepakatan sementara dengan pemerintah Suriah, dan untuk mencapai tujuan, pembentukan kelompok kontak untuk kontak resmi penting lainnya, peran Iran dan Rusia akan menjadi sangat penting untuk efek ini, katanya. "Tidak perlu untuk menjalin kontak politik langsung dengan pemerintah Suriah, untuk membuka kedutaan AS di Damaskus, tapi kami mengusulkan kerja sama terbatas atau setidaknya dengan koordinasi dengan Teheran atau Moskow," katanya. Dia mengungkapkan harapan bahwa pemerintahan Obama agar memanfaatkan Iran dan dukungan Rusia dalam perjuangan menghadapi kelompok Daesh. (*/sun)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026