Logo Header Antaranews Sumbar

Disdik Sisipkan Pelajaran Lalu Lintas dalam PKN

Senin, 15 September 2014 21:47 WIB
Image Print
Padang, (Antara) - Dinas Pendidikan Kota Padang menyisipkan pelajaran mengenai peraturan lalu lintas dalam materi Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) Program Wajib Belajar Sembilan Tahun. "Secara teknis materi berlalu lintas itu dimasukkan ke mata pelajaran PKN," kata Koordinator Pengawas Dinas Pendidikan Kota Padang, Muslim B, di Padang. Ia menambahkan, hal ini menyusul telah ditandatanganinya Nota Kesepahaman Pembinaan dan Fasilitas Kurikulum Pendidikan Berlalu Lintas di Padang antara Kementerian Pendidikan Nasional dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia tahun 2010. Muslim mengatakan hal tersebut merupakan terobosan luar biasa yang dilakukan kepolisian dan Dinas Pendidikan. "Saya sangat menghargai dan berterima kasih kepada kepolisian yang mau turun langsung ke sekolah-sekolah, untuk memberikan pendidikan berlalu lintas ini, termasuk mau menjadi inspektur upacara," katanya. Sebagai Koordinator Pengawas di Disdik Padang, Muslim sangat mendukung penuh terobosan ini. Ia mengakui prihatin terhadap pola berkendaraan usia muda terutama para pelajar yang cenderung tidak mematuhi rambu lalu lintas, dan menyampingkan keselamatan. "Melihat perilaku berkendaraan pelajar saat ini, saya hanya bisa urut dada dan geleng-geleng kepala. Misalnya, tidak pakai helm berkendara motor di jalan raya. Malah ada citra yang terbangun semakin tidak pakai helm dianggap hebat dan membanggakan, ditambah senang kebut-kebutan di jalan," katanya. "Ya, saya menyadari di usia mereka, proses pencarian diri yang belum selesai, dan di sinilah dituntut perhatian kita, agar mereka bisa tertib berlalu lintas," lanjutnya. Sementara, Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Sumbar, Kombes Pol Agus Susanto mengatakan tingkat korban kecelakaan lalu lintas pada pelajar ataupun kalangan usia produktif cukup tinggi dalam kurun waktu 2 tahun terakhir. "Dua puluh dua persen korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas adalah pelajar. Dan 34 persen yang terlibat kecelakaan lalu lintas adalah usia produktif," katanya. Ia menambahkan sebelum masuk ke pelajaran PKN, pendidikan tentang berlalu lintas sudah beberapa kali disampaikan ke sekolah-sekolah. "Kami telah banyak mengintruksikan beberapa anggota menjadi inspektur upacara di sekolah, dan mnyampaikan materi tentang pentingnya tertib berlalu lintas," tambahnya. Menyikapi program pendidikan berlalu lintas masuk ke pelajaran PKN, Agus menyatakan mendukung program tersebut karena akan memberi banyak manfaat. "Selain memberikan pengetahuan kepada siswa, juga akan menimbulkan kesadaran bahwa keselamatan lalu lintas itu merupakan kebutuhan," katanya. (*/cpw)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026