
Marion Bartoli Turun di WTA Final Singapura

Jakarta,(Antara) - Juara Wimbledon 2013 asal Prancis, Marion Bartoli akan turun di The BNP Paribas WTA Finals Singapore, 17-26 Oktober dan bergabung dengan legenda tenis putri dunia seperti Martina Navratilova dan Tracy Austin. Petenis berusia 29 tahun itu mengaku sudah tidak sabar lagi untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya pada kejuaraan yang diprakarsai oleh SC Global. Apalagi pertandingan nanti melibatkan legenda tenis dunia. "Sepanjang karier, saya sangat terkesan dengan pergelaran WTA Finals di Madrid dan Istanbul. Saya sudah tak sabar menunggu bagaimana Singapura menggelar kompetisi akhir musim itu dengan standar tinggi mereka," kata Bartoli dalam siaran pers dari WTA yang diterima Antara, Senin. Penyelenggaraan WTA Finals di Singapura merupakan yang pertama kali sejak kejuaraan itu digelar dan hak penyelenggaraannya hingga 2018 mendatang. Adapun pertandingan akan dilakukan tiga sesi dengan format round robin. "Saya akan mengatakan pada legenda tenis jika saya berada di sini untuk memenangi kejuaraan ini," petenis kelahiran Le Puy-en-Velay, Prancis, 2 Oktober 1984 ini. Marion Bartoli selama karirnya telah memenangi empat gelar tunggal putri, termasuk menjuarai Wimbledon 2013. Pencapaian prestasi ini membawa dirinya menempati peringkat tujuh dunia. Sementara itu WTA Chairman dan CEO Stacey Allaster, menyambut gembira kehadiran Marion Bartoli di The BNP Paribas WTA Finals Singapore,. Menurut dia, petenis asal Prancis adalah salah pemain besar. "Ia seorang petenis inspirasional yang memainkan pertandingan terakhirnya di tur WTA, setahun lalu. Marion adalah duta besar tenis yang luar biasa, sehingga memutuskan kembali bermain meskipun di level para legenda," katanya. Stacey Allaster menegaskan jika pihak optimistis Marion Bartoli akan menampilkan pemainan terbaiknya demi sebuah prestasi dan dukungan fans tenis yang akan melihat pertandingan secara langsung di Singapura. Marion Bartoli meraih Wimbledon 2013 setelah mengalahkan Sabine Lisicki dengan skor 6-1 6-4. Sebelumnya, pada 2007 Bartoli juga sampai ke final setelah di semi final mengalahkan nomor satu dunia Justine Henin. Hanya saja di final harus menyerah 4-6 1-6 dari Venus Williams. Secara keseluruhan, Marion Bartoli meraih 19 final tur WTA. Ia mendapatkan delapan gelar juara tunggal putri, termasuk level Premier di the Bank of the West Classic (Stanford, 2009) dan the AEGON International (Eastbourne, 2011). Sebelum menjadi juara Wimbledon 2013, juga pernah sampai ke babak perempat final di grand slam (Australia Terbuka 2009, Prancis Terbuka 2011, Wimbledon 2007, 2011, 2013, dan AS Terbuka 2012) dan selalu masuk Top 20 dunia sebelum pensiun. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
