
PBB: Jumlah Prajurit Pemelihara Perdamaian yang Ditawan Jadi 44

PBB, New York,(Antara/Xinhua-OANA) - PBB mengubah jumlah prajurit pemelihara perdamaian yang ditawan di Dataran Tinggi Golan jadi 44. Organisasi dunia itu melakukan segala upaya untuk memastikan pembebasan mereka. "Departemen Operasi Pemelihara Perdamaian PBB (DPKO) melaporkan 44 prajurit Fiji ditahan dan ruang gerak 72 tentara Filipina dibatasi di Dataran Tinggi Golan," kata Juru Bicara PBB Stephane Dujarric dalam satu taklimat harian, Jumat (29/8) . Perubahan jumlah tersebut dilakukan setelah pemeriksaan silang dan konfirmasi mengenai catatan yang ada di Pasukan Pengamat Pemisah PBB (UNDOF), kata Dujarric. "PBB terus terlibat dengan banyak pihak di dalam wilayah Suriah, dan melakukan segala upaya untuk menjamin keselamatan dan keamanan personelnya," kata juru bicara PBB itu, sebagaimana dilaporkan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Sabtu pagi. PBB juga terlibat dengan negara anggota yang mungkin memiliki pengaruh atas kelompok oposisi bersenjata guna mendorong pembebasan aman prajurit pemelihara perdamaian tersebut, katanya. Kantor Juru Bicara PBB pada Selasa (26/8) mengkonfirmasi bahwa 43 prajurit pemelihara perdamaian dari UNDOF ditahan pada pagi hari yang sama oleh satu kelompok bersenjata di sekitar Al Qunaitrah di dalam wilayah pemisah di Dataran Tinggi Golan. Selain itu, gerakan sebanyak 81 lagi prajurit pemelihara perdamaian UNDOF dibatasi di posisi mereka di sekitar Ar Ruwayhinah dan Buraygah. Prajurit pemelihara perdamaian UNDOF pernah ditahan oleh anasir bersenjata pada Maret dan Mei 2013 dan dibebaskan tanpa cedera. Prajurit pemelihara perdamaian bertugas melakukan pemantauan bersama UNDOF untuk menerapkan kesepakatan pemisahan antara Suriah dan Israel setelah perang mereka pada 1973. Pada Juni, Dewan Keamanan memperpanjang mandat misi tersebut selama enam bulan lagi sampai 31 Desember 2014. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
