
PM Kamboja Kecam Militan ISIS Karena Penggal Wartawan AS

Phnom Penh, (Antara/Xinhua-0ANA) - Perdana Menteri Kamboja Hun Sen, Kamis mengecam keras militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) karena memenggal kepala wartawan Amerika Serikat James Foley. "Saya ingin bergabung dengan Presiden AS Barack Obama, warga AS dan semua pecinta perdamaian di dunia ini untuk mengutuk tindakan brutal para militan ISIS," katanya pada upacara wisuda mahasiswa di Beltei International Institute. "Tindakan ini adalah sebuah kejahatan yang keji yang tidak boleh ditoleransi." Perdana menteri juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Foley dan mendesak semua wartawan untuk tidak ngeri dengan kejahatan brutal itu. Satu video yang dirilis oleh pejuang ISIS atau IS Selasa konon menunjukkan pemenggalan Foley dan berisi ancaman untuk membunuh wartawan yang lain sebagai pembalasan terhadap intervensi AS di Irak baru-baru ini. Seorang petempur bertopeng ditunjukkan memenggal kepala seorang pria berlutut dengan jumpsuit warna oranye yang dikatakan Foley, seorang jurnalis freelance, 40 tahun, yang menghilang di Suriah pada tahun 2012. ISIS baru-baru ini mengaku telah membentuk "Khilafah Islam" di beberapa bagian Suriah dan Irak, mengancam stabilitas kawasan. Kelompok yang dipimpin oleh Abu Bakr al-Baghdadi itu, mengatakan tujuan mereka adalah untuk mendirikan negara Islam di Irak dan Suriah untuk melawan pemerintah pusat Irak yang dipimpin Syiah dan Presiden Suriah Bashar al-Assad, yang berasal dari minoritas Alawit, satu cabang Islam Syiah. (*/sun)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
